PERATURAN Pemerintah Nomor 21 Tarikh 2020 tentang Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) sebagai langkah strategis untuk memutus mata rantai Covid-19, masih terus hangat diperbincangkan. PP tebaru yang diterbitkan pemerintah tersebut merupakan aturan turunan dari Peraturan Nomor 6 Tahun 2018 mengenai Kekarantinaan Kesehatan. Tentu butuh ketegasan dari Pemerintah Pusat untuk melakukan PSBB dan masyarakat diharapkan memasukkan peraturan yang sudah diberlakukan itu.

Dalam Bab VII Pasal 49 Undang-undang No enam Tahun 2018 tentang Karantina Kesehatan tubuh, terdapaat empat jenis karantina yaitu karantina rumah, karantina wilayah, karantina rumah sakit, dan Pembatasan Baik Berskala Besar (PSBB).

Sebelum PSBB diberlakukan, akhir-akhir ini masyarakat juga mengenal istilah social distancing , physical distancing dan lockdodwn yang kurang lebih semangatnya adalah, upaya untuk mencegah penyebaran pandemi Covid-19 yang saat itu sedang berlangsung di hampir seluruh negara di seluruh dunia.

Pembatasan ini konsekwensinya mengubah cara-cara yang selama ini menjelma kebiasaan di tengah masyarakat, serupa melakukan aktivitas di luar vila. Baru-baru yang ini sedang menyedot perhatian adalah tentang larangan budaya mudik atau pulang kampug buat merayakan lebaran.

Taat, Badan Pengembangan dan Pembinaan Isyarat seperti diunggah dalam aku ressmi instagram-nya @badanbahasakemendikbud , lockdown adalah padanan kata dari karantina wilayah. Lockdown diartikan sebagai pembatasan mutasi orang dan kerumunan di setiap wilayah yang telah ditetapkan.

Sedangkan menurut Menteri Pemimpin Bidang Politik Hukum dan Ketenangan (Menko Polhukam), Mahfud Md, karantina wilayah merupakan istilah lain sejak physical distancing atau social distancing atau pemisahan jarak fisik atau sosial.

Baca juga: Ramadan pada Tengah Covid-19, Masyarakat Diminta Menyimak Anjuran Pemuka Agama

Terlepas dari pengertian-pengertian tentang istilah yang saat ini sedang beken di masyarakat, sebenarnya ada kurang efek positf akibat pembatasan kesibukan warga tersebut diantaranya.

Meningkatkan Kualitas Udara dalam Indonesia

Adanya virus corona, membuat warga pasti berada di dalam rumah perlu mencegah menyebarnya virus tersebut. dengan melakukan aktivitas di rumah, ini membuat kualitas udara di Indonesia lebih baik. Perbaikan udara di Indonesia ternyata sama seperti yang dialami oleh Negara-negara yang menetapkan karantina wilayah, seperti China dan negara Eropa lainnya.