JAKARTA – Lazis Catur Bakti bentukan Pengelola Pusat Keluarga Besar Pelajar Agama islam Indonesia (KBPII) mengadakan online confrence untuk membicarakan program Sinergi Untuk Berbagi.

Confrence secara virtual ini diikuti oleh Pemimpin KBPII, Nasrullah Larada, Menko PMK, Muhajir Effendi, Zaenudin Amali, Bagian DPR RI dari Fraksi PAN dan pengusaha Saratoga Group, Sandiaga Shalahudin Uno.

Adapun program Sinergi Untuk Berbagi adalah kelanjutan program Lazis Catur Bakti yang sejak awal merebaknya virus Corona di Indonesia, sudah aktif melakukan berbagai macam cara mitigasi. Seperti penyemprotan disinfektan di beberapa kota, layanan hotline buat edukasi publik, dan pembagian sembako bagi masyarakat kena dampak epidemi corona atau covid-19.

Ketua Pengurus Pusat KB PII Nasrullah Larada mengatakan tantangan terberat yanh akan dihadapi adalah pada 3-6 bulan ke depan. Jadi, dia meminta semua keluaega besar PII untun turun bersamaAa

“Semua Anak Besar PII di Indonesia, buat turun bersama-sama masyarakat dalam bertemu masa-masa sulit ini, ” ujar Nasrullah dalam keterangannya di Jakarta, Minggu (12/4/2020).

Nasrullah mengatakan, berkaca dari kajian privat Lazis Catur Bakti, bahwa pandemi corona bukan hanya berimbas kepada masyarakat kota yang menjadi tengah pandemi, tapi juga masyarakat dukuh yang jauh dari pusat penyebaran virus. Para petani di dukuh kesulitan menjual hasil tanaman mereka.

“Selain karena daya beli masyarakat turun, pasar pula tutup. Hotel-hotel, restaurant, dan sendi makan yang selama ini mengambil hasil pertanian mereka, tutup. Tidak bisa lagi membeli hasil pertanian masyarakat, ” tutur dia.

Tempat memandang bila kondisi ini dibiarkan, jelas akan membahayakan masyarakat, apalagi di satu sisi asupan bergizi masyarakat urban berkurang. Padahal di saat wabah seperti ini, awak manusia perlu mendapat asupan bergizi untuk menjaga vitalitasnya.

“Sementara pada sisi lain umum desa pun terancam kehidupan ekonominya. Sayur mayur hasil tanaman petani desa bukan hanya tidak dibeli, tapi akan membusuk dan tercampak percuma, ” imbuh Nasrullah.

Kajian Lazis Catur Setia ini diamini oleh Bonjur Farm yang merupakan sebuah Koperasi pada bidang pertanian yang menaungi petani sayur mayur di wilayah Cianjur dan Bogor. Dalam online confrence, Bonjour Farm bukan hanya mampu memberikan gambaran lebih detail mengenai kesulitan yang dihadapi petani sekarang, tetapi juga siap bekerjasama dengan Lazis Catur Bakti untuk mengerjakan masalah ini.

“Lazis dan Catur Bakti bersepakat untuk bekerjasama menyelematkan masyarakat kota juga masyarakat desa sebagai imbas pandemi corona, ” jelasnya.

Baca Juga: Ridwal Kamil Kaji Bandung Raya Terapkan PSBB untuk Cegah Covid-19

Sementara itu, Sandiaga Uno menekankan bulan-bulan ke depan ini, bmemang akan menjelma bulan yang berat bagi asosiasi Indonesia. MenurutnyabAktivitas ekonomi, utamanya UMKM, pasti akan terpukul dengan kedudukan ini.

Namun Isyarat mengingatkan bahwa masyarakat Indonesia memiliki modal besar untuk bisa muncul dari situasi sulit ini. Silih berbagi adalah diantara kunci buat keluar dari masalah ini. Bekas Wagub DKI Jakarta ini mengapresiasi program Sinergi Untuk Berbagi daripada Lazis Catur Bakti.

“Ini Program bagus yang ingin menjadi jembatan kebutuhan masyarakat urban dan masyarakat desa yang sama-sama menjadi korban terdampak wabah corona”, tutur Sandi.