SIDOARJO – Wabah Covid-19 atau virus corona mendirikan jumlah penumpang di Bandara Universal Juanda, Sidoarjo, Jawa Timur tetap menurun. Hal ini mengakibatkan pemimpin bandara melakukan sejumlah kebijakan, mulai dari pembatasan jam operasional, penyudahan sejumlah pintu di area keberangkatan, hingga pengalihan penerbangan domestik di terminal dua menuju terminal besar.

General Manager Bandara Internasional Juanda Heru Prasetyo mengucapkan, penurunan jumlah penumpang di Bandara Internasional Juanda dari akhir Maret 2020 membuat pihaknya hanya mengoperasikan tujuh pintu keberangkatan di terminal satu Bandara Juanda.

“Nantinya yang dioperasikan di terminal satu area keberangkatan hanya gate 1 hingga gate 7 dari 12 gate dengan ada, ” ujar Heru Prasetyo, melalui rilis yang diterima okezone, Senin (20/4/2020).

Baca Juga: Ini Kausa Ketua RT yang “Sunat” Persediaan Bansos Covid-19 di Depok

Penurunan jumlah penumpang sejak akhir Maret 2020 diakui Heru, menjadikan pihaknya memutuskan kebijakan tersebut, sebagai langkah mengefisiensikan, namun tak mengurangi kualitas servis yang diberikan.

“Terjadi penurunan jumlah penumpang mulai akhir Maret hingga saat ini. Selama Triwulan I kemarin kami melayani 3, 6 juta penumpang atau turun sebesar 8, 14 obat jerih dibanding tahun lalu yang mencapai 3, 9 juta penumpang.

Sementara data pergerakan motor di Triwulan I sejumlah 31 ribu pergerakan atau tumbuh 4, 05 persen dibanding periode yang sama tahun lalu sejumlah 30 ribu pergerakan, ” ungkapnya.

Berdasarkan data kinerja operasional selama periode April, pergerakan pesawat dan penumpang mencatatkan penurunan jumlah. Semasa 1 – 18 April 2020, penumpang yang dilayani 178 seperseribu atau turun 73 persen dibanding periode yang sama tahun awut-awutan, yakni 683 ribu penumpang. Namun jumlah pesawat sejumlah 2, 8 ribu pergerakan atau turun 51 persen dibanding tahun lalu sejumlah 5, 8 ribu pergerakan udara.

Penurunan penumpang selalu membuat pengelola Bandara Juanda memindahkan layanan penerbangan domestik di terminal dua menuju terminal satu.

“Melihat situasi saat itu, kami tentu beradaptasi. Pemindahan tengah ini tidak hanya sebagai jalan pencegahan penyebaran Covid-19, namun juga sebagai bentuk mengoptimalkan kinerja instrumen produksi. Maka dari itu, perlu dilakukan hal-hal yang merupakan, ” tuturnya.

Meski begitu, sejumlah penerbangan internasional yang melayani penanganan kesehatan dan pemulangan Pelaku Migran Indonesia (PMI) akibat beristirahat beroperasinya perusahaan di negara tempat mereka bekerja, tetap berjalan sebagaimana biasanya, dengan standar kesehatan yang telah ditetapkan.

Selain perpindahan penerbangan domestik, Bandar Suasana Internasional Juanda juga akan menerapkan pembatasan jam operasional dari sebelumnya pukul 05. 00 WIB sampai dengan 23. 00 WIB menjadi pukul 05. 00 WIB mematok 21. 00 WIB.

“Terkait pembatasan jam operasional, ada 7 flight yang terdampak karena tiba atau berangkat di berasaskan pukul 21. 00 WIB yaitu 2 flight tujuan Makasar dengan dilayani maskapai Lion Air dan Batik Air, 1 flight arah Balikpapan yang dilayani makapai Sriwijaya Air dan 4 flight daripada Jakarta yang dilayani oleh kongsi Garuda Indonesia, Sriwijaya Air serta Citilink, ” terang Heru balik.

“Kami telah menyosialisasikan perubahan ini kepada pihak maskapai pada 17 April 2020 supaya dapat dilakukan retimed flight (perubahan jadwal), sehingga saat pelaksanaannya jalan alur penumpang yang berangkat ataupun datang tidak terhambat, ” ujarnya.

Baca Juga: Pemerintah: Tak Semua Kejadian Meninggal Disebabkan Covid-19

(Ari)