BENGKULU – Stasiun Meteorologi Kelas III Institusi Metereologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG)-Stasiun Klimatologi Fatmawati-Soekarno Bengkulu memprediksi Provinsi Bengkulu berpotensi dilanda hujan dengan intensitas sedang hingga lebat disertai angin kencang dan gelombang mulia.

Hal tersebut dikarenakan adanya bibit siklon 96S di Samudera Hindia sehingga Provinsi Tangan masuk wilayah siaga. Di mana cuaca ekstrem kemungkinan terjadi abu deras (> =50 mm/hari) dan/atau angin kencang (> =50 km/jam) dalam 24 jam ke ajaran.

Forcaster Stasiun Meteorologi Kelas III BMKG Stasiun Klimatologi Fatmawati-Soekarno Bengkulu, Dyah Rizky, mengatakan wilayah Provinsi Tangan menjadi salah satu wilayah jalan siklon tropis dari depresi katulistiwa bibit siklon 96S.

“Potensinya memang satu provinsi, utamanya di perairan. Untuk Bengkulu tunggal sebenarnya sudah sejak beberapa hari yang lalu sudah ada pengaruhnya. Seperti adanya kenaikan gelombang dan angin kencang, ” ungkap Dyah saat dikonfirmasi Okezone , Selasa (5/5/2020) malam.

Sejak Jumat 1 Mei, jelas dia, sudah berpengaruh pada wilayah Bengkulu. Namun, belum menjadi bibit siklon.

Pada mana pada Jumat 1 Mei lalu masih berupa daerah sentral tekanan rendah yang lewat selat Bengkulu. Saat ini, terang Dyah, sudah menjadi bibit siklon.

Meski demikian, ungkap dia, bibit siklon posisinya sudah menjauh dari wilayah Bengkulu. Namun daya untuk hujan dengan intensitas sedang hingga lebat, angin kencang, dan gelombang tinggi masih ada.

“Perkiraan potensi siaganya 24 jam. Perakiraan lintasan bibit siklonnya hingga Jumat 8 Mei. Lintasan bibit siklon semakin menjauh, pengaruhnya ke cuaca khususnya wilayah Tangan mulai berkurang. Prediksi angin kencang di Perairan Bengkulu, Pulau Enggano, Kecamatan Enggano, Kabupaten Bengkulu Melahirkan, dan Samudera Hindia Barat Bengkulu, ” paparnya.

Sebagaimana diketahui, bibit siklon tropis itu diprediksi dapat memberikan dampak kepada cuaca di Indonesia berupa potensi hujan dengan intensitas sedang had lebat di wilayah Bengkulu, Terkatung-katung, Sumatera Selatan, dan Banten.

Selain itu, adanya daya angin kencang di wilayah Bengkulu, Sumatera Selatan, Bangka Belitung, Lampung, Banten, DKI Jakarta, dan Jawa Barat.

Lalu adanya gelombang laut dengan ketinggian 2, 5 hingga 4 meter di perairan barat Bengkulu hingga Terkatung-katung, perairan selatan Banten hingga Jawa Barat, Selat sunda bagian selatan, Samudera Hindia Barat Bengkulu had Lampung dan Samudera Hindia selatan Jawa.

(han)