JEMBER – Rika, warga Jalan Gajah Mada, Jember, Jawa Timur sempat putus asa setelah pandemi virus corona atau Covid-19 melanda Nusantara. Pasalnya, bisnis yang biasa ia geluti, yakni berjualan souvenir haji dan umroh bangkrut akibat tak ada yang membeli barang dagangannya.

Tak habis budi, ibu dua anak itu menyesatkan otaknya untuk tetap bertahan tumbuh di tengah terjangan badai pandemic corona seperti saat ini. Alhasil, ia memutuskan untuk menjual tengkuluk anti-corona. Di mana kerudung itu memiliki keunikan tersendiri, yaitu memiliki penutup hidung dan mulut tentu masker.

“Sehingga selain bisa digunakan untuk menutup kepala, di kerudung tersebut ada masker, ” kata Rika kepada wartawan, Jumat (8/5/2020).

Menurut dia, menjual tengkuluk corona pada bulan Ramadhan mendatangkan keungtungan tersendiri. Sebab, banyak karakter yang membeli karena ingin memakainya saat lebaran nanti. “Apalagi menjumpai lebaran permintaan makin bertambah banyak, ” ujarnya.

Gaya hidup di tengah pandemi Covid-19, kata dia, menggugat orang untuk ke luar panti mengenakan masker. Sehingga, pembeli ngerasa tak perlu repot-repot mencari masker ketika sudah membeli dagangannya itu.

“Ternyata permintaan jilbab anti corona meningkat. Pembeli tak hanya datang langsung di gerainya, namun juga memesan lewat online. Harga satu jilbab corona bervariasi, dari mulai Rp 80 ribu hingga ratusan ribu per item, ” kata dia.

Baca Juga: Pencuri Beraksi di Depok, Satpam Perumahan Dibacok dan Satu Warga Tertembak

Dia mengaku penjualan hasil menjual tengkuluk corona itu cukup membantu perekonomian keluarganya dalam memenuhi kebutuhan sehari-harinya. Di tengah kesibukan melayani para pembeli, dirinya pun tak ingat kewajibannya sebagai ibu rumah nikah.

“Selain harus mengasuh anak dan menyuapi makan, hamba juga masih harus menyapu rumah dan menata dagangan, ” katanya.

(aky)