PALEMBANG – Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto menyetujui Kota Palembang dan Prabumulih, Sumatera Selatan menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dalam rangka menekan penyebaran virus corona atau Covid-19.

Sekretaris Daerah Praja Palembang, Ratu Dewa mengatakan, pihaknya sudah menerima Surat Keputusan Menkes tentang PSBB dan akan membahas tindaklanjutnya dengan Forkominda dan Rangkai Tugas Covid-19, pada (13/5/2020).

“Besok (hari ini-red) kita rapat dulu dengan Gugus Tugas yang diketua Wali Kota Palembang bersama Forkominda. Lalu akan kita bahas draft Perkada yang nantinya draf itu bakal diharmoniasi oleh Gubernur Sumsel, ” kata Ratu saat dikonfirmasi, Selasa (12/5/2020) malam.

SK Menkes RI No HK. 01. 07/MENKES/307/2020 dan SK Menkes No HK 01. 07/MENKES/306/2020 tentang implementasi PSBB di wilayah Kota Palembang dan Prabumulih di Sumatera Selatan sudah dikirim kedua daerah itu.

Pada SK yang ditandatangani Menkes tertanggal 12 Mei 2020 itu, ada lima poin yang harus dijalankan kedua pemerintah daerah selama PSBB.

Di mana disebutkan, pemerintah kota wajib melaksanakan PSBB sesuai ketentuan perundang-undangan dan dengan konsisten mendorong dan mensosialisasikan pola hidup bersih dan sehat pada masyarakat.

PSBB dilaksanakan selama periode inkubasi terpanjang dan dapat diperpanjang jika masih terdapat bukti penularan.

Kemudian, wali tanah air terkait melaporkan pelaksanaan PSBB pada Menkes dengan tebusan kepada Gubernur Sumsel, untuk kemudian digunakan jadi dasar menilai kemajuan dan keberhasilan pelaksanaan PSBB.

Kasus Covid-19 di Sumsel

Jumlah pasien tentu virus corona di Sumsel maka Selasa (12/5/2020) mencapai 279 orang. Ada penambahan satu kasus pertama yakni pria 28 tahun.

Juru Bicara Gugus Tugas Covid-19 Sumsel, Yusri mengatakan, tersedia enam pasien asal Palembang yang baru sembuh dari corona. Total kini jadi 70 orang. Sedangkan pasien meninggal sembilan orang.

Orang dalam pemantauan (ODP) corona di Sumsel berjumlah 1. 292 orang dan pasien dalam pengawasan (PDP) 165 orang.

Ada 1. 421 spesimen yang masih dalam pemeriksaan di Balai Besar Laboratorium Kesehatan (BBLK) Palembang.

(sal)