MAKASSAR – Lima warga diibekuk amtenar Polres Maros, setelah melakukan penganiyaan terhadap salah seorang tahanan di Polsek Camba, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan.

Kelima karakter nekat menerobos masuk ruang tahanan Mapolsek dan melakukan tindak pidana penganiayaan menggunakan senjata tajam.

Wakapolres Maros, Kompol Muhammadong mengatakan, lima masyarakat Cenrana, Kabupaten Maros dibekuk Awak Jatanras Polres Maros, setelah terkebat melakukan penganiayaan terhadap salah kepala tahanan di Mapolsek Camba.

“Para pelaku mabuk dan bau minuman keras miras macam ballo. Sehingga kelima orang pelaku ini mendatangi Polsek Camba dan memaksa masuk ke dalam sel tahanan untuk melihat salah utama tahanan, ” kata Kompol Muhammadong, Jumat 15 Mei 2020.

Meski petugas kepolisian yang berjaga telah mencegat, namun para pelaku tetap mengabulkan penganiayaan terhadap salah seorang tahanan kasus pencurian.

Para pelaku tak percaya tahanan yang merupakan simpulan dalam kasus pencurian sudah diamankan di Mapolsek Camba. Bahkan, para-para pelaku mendatangi mapolsek dengan perihal mabuk berat dan datang bukan pada waktu jam besuk.

Baca juga: Warga Maros Nekat Pesta Miras saat Ramadhan dan Pandemi Covid-19

“Karena terus memaksa masuk ke tahanan, petugas yang berjaga dalam polsek memberi kesempatan kepada para pelaku dengan syarat hanya satu orang yang bisa masuk. Namun, setelah melihat tahanan itu betul ada di dalam sel tahanan Polsek Camba, petugas piket Polsek Camba meminta para pelak untuk lekas pulang, ” ucapnya.

Dua jam kemudian, pelaku balik mendatangi Mapolsek untuk memastikan tahanan kasus pencurian itu telah ditangkap.

“Mereka datang dengan membuka sendiri pintu gerbang Mapolsek dan masuk ke kantor secara membawa parang dan dalam peristiwa mabuk dan bau minuman membengkil jenis ballo, ” ungkap Kompol Muhammadong.

Polisi menyimpan tiga buah parang dan mulia gunting yang dibawa para pelaku, saat melakukan penganiyaan terhadap salah satu tahanan Polsek Camba.

“Kelima pelaku ini ditahan di Polres Maros dan dijerat dengan Pasal 170 Ayat 1 dan 2 subsider pasal 351 jo Pasal 55 kuhp pidana dengan ancaman hukuman 5 tahun penjara, ” kata Kompol Muhammadong.

(qlh)