TANGSEL – Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang Selatan (Tangsel) mengeluarkan ketentuan baru pada Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) tahap 4 saat ini. Dalam mana setiap pendatang non Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi (Jabodetabek) dan Provinsi Banten harus memiliki Surat Ijin Keluar Masuk (SIKM).

Lalu bagaimanakah metode cara mengurus SIKM di Tangsel? Berdasarkan penelusuran Okezone diketahui, kalau ada 2 jenis SIKM yang diterbitkan, yaitu perjalanan berulang & perjalanan sekali jalan. Pengurusannya kendati cukup sederhana, di mana pemohon bisa mendaftar secara daring.

Dalam Peraturan Pemangku Kota (Perwal) bernomor 19 Tarikh 2020 itu disebutkan tentang penerapan maupun permohonan SIKM bagi awak pendatang Non Jabodetabek dan Banten. Dijelaskan, surat izin itu wajib dimiliki bagi para pendatang dengan ingin beraktivitas di wilayah Praja Tangsel.

“Jadi itu leading sektornya DPMPTSP (Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu), nanti itu semuanya lewat pola ya, daring nggak langsung. Oleh karena itu dia mengajukan pindai KTP, atau untuk orang asing berarti izin status. Semuanya lewat sistem, ” kata Wali Kota Airin Rachmi Diany kepada Okezone , di Balai Kota, Maruga, Ciputat, Selasa (2/6/2020).

Pada Pasal 18D pada Perwal itu dijelaskan beberapa peristiwa yang mengatur tentang surat persetujuan bagi pendatang non Jabodetabek & Banten, sebagaimana tertera pada ayat (1) sampai ayat (6). Beserta adalah ketentuan yang diatur menghantam SIKM tersebut:

Dalam ayat (1) dijelaskan, “Setiap orang, pelaku usaha, atau orang asing yang karena tugas dan pekerjaannya dan/atau alasan gawat melakukan kegiatan bepergian masuk daerah dari luar Jabodetabek dan Banten wajib memiliki SIKM selama zaman penetapan bencana non alam penyebaran Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) sebagai bencana nasional dan/atau periode pemberlakuan PSBB di daerah”.

Berikutnya pada ayat (2) dijelaskan, “Persyaratan untuk memiliki SIKM sebagaimana dimaksud pada ayat (1), dengan mengisi formulir permohonan secara daring melalui simponie. tangerangselatankota. go. id dan melengkapi persyaratan dengan terdiri atas:

a. memiliki KTP-el Daerah atau Kartu Keluarga Daerah, namun berdomisili dalam luar Jabodetabek dan Banten; atau

b. bagi karakter asing yang memiliki KTP-el WNA/izin tinggal tetap/paspor; dan

c. surat pernyataan sehat bermaterai”.

Penjelasan selanjutnya tertera pada ayat (3) yaitu, “Bagi orang yang tidak memiliki KTP-el Daerah atau Kartu Keluarga Daerah dapat memiliki SIKM dengan memasukkan formulir permohonan secara daring meniti simponie. tangerangselatankota. go. id serta melengkapi persyaratan yang terdiri arah:

a. memiliki tulisan keterangan dari kelurahan/desa tempat pokok perjalanannya yang menerangkan maksud serta tujuan datang ke Daerah;

b. surat pernyataan bugar bermaterai; dan/atau

c. bagi pemohon yang melakukan kunjungan dinas melampirkan surat tugas sejak tempat kerja yang berada pada Daerah atau surat undangan dibanding instansi/pihak yang mengundang.

Kemudian disambung keterangan pada bagian (4) yang berbunyi, “Apabila tuntutan sebagaimana dimaksud pada ayat (2) dan ayat (3) dinyatakan penuh, DPMPTSP

dapat mendatangkan SIKM secara elektronik yang memiliki QR-code.

Sedangkan penjelasan ayat (5) adalah, “Penerbitan SIKM berlaku ketentuan sebagai berikut:

a. penerbitan 1 (satu) hari kerja sejak permohonan beserta seluruh dokumen persyaratan dinyatakan lengkap;

b. berlaku buat 1 (satu) orang pemohon; dan

c. untuk budak yang belum memiliki KTP-el

mengikuti SIKM orang tua atau salah satu

bagian keluarga.

Terakhir di dalam ayat (6) diterangkan, “Contoh pola persyaratan sebagaimana dimaksud pada bagian (2) dan ayat (3) dapat diunduh melalui simponie. tangerangselatankota. go. id.

(wal)