JAKARTA – Kejaksaan Agung Republik Indonesia (Kejagung RI) menetapkan lima tersangka kasus dugaan korupsi terpaut impor tekstil pada Direktorat Jenderal (Ditjen) Bea dan Cukai tahun 2018-2020.

Direktorat Pemeriksaan Jaksa Agung Muda Tindak Kejahatan Khusus telah menetapkan 5 karakter tersangka yang diduga terlibat pada importasi tekstil pada Dirjen Beban dan Cukai Tahun 2018-2020.

“Direktorat Penyidikan Jaksa Luhur Muda Tindak Pidana Khusus sudah menetapkan 5 orang tersangka yang diduga terlibat Dalam Importasi Kain pada Dirjen Bea dan Bea Tahun 2018-2020, ” kata Besar Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung, Hari Setiyono dalam keterangannya, Kamis (25/6/2020).

Hari menguraikan kelima tersangka yang ditetapkan sebagai tersangka, adalah MM selaku Kabid Pelayanan Fasilitas Kepabeanan dan Cukai (PFPC) pada Kantor Pelayanan Sempurna (KPU) Bea dan Cukai Batam.

Kemudian ada DA selaku Kepala Seksi Pabean serta Cukai (PPC) III pada KPU Bea dan Cukai Batam; HAW Kepala Seksi Pabean dan Bea (PPC) I pada KPU Bea dan Cukai Batam; KA Kepala Seksi Pabean dan Cukai (PPC) II pada KPU Bea serta Cukai Batam dan IR sebagai Pemilik PT Fleming Indo Batam dan PT Peter Garmindo Prima.

Setelah melakukan penetapan tersangka, lanjut Hari, pihaknya mengamati tiga orang tersangka yakni KM, DA dan HAW. Mereka pun langsung menjalani penahanan di rutan selama 20 hari.

“Ketiga saksi yang ditetapkan jadi tersangka tersebut kemudian dilakukan pengurungan rumah tahanan negara (Rutan) untuk waktu selama 20 (duapuluh) hari terhitung mulai hari ini Rabu 24 Juni 2020 sampai secara 13 Juli 2020, ” tuturnya.

(erh. -)

Loading…