JAKARTA – Para siswa Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) meminta sokong lantaran kesulitan dalam mengakses rel pendaftaran Peserta Didik Baru (PPDB). Keresahan para generasi penerus keturunan itu dituangkan dalam video berdurasi singkat.

Dalam tayangan video yang dilihat Okezone, para-para siswa dan siswi itu rerata mengalami kesulitan saat mengakses pendaftaran PPDB itu. Mereka mengaku selalu ditolak oleh sekolah-sekolah negeri dengan ingin dicapai para siswa dan siswi itu.

“Saya ingin lanjutkan ke SMP Negeri tapi terpental terus karena usia. Padahal, jarak SMP Jati 179 hanya 100 meter daripada rumah saya, ” kata satu diantara siswi, Hannymanuelah menyampaikan keresahannya, pada Jakarta, Minggu (28/6/2020).

Kegundahan yang sama dirasakan sebab siswi SMPN 281 Jakarta dengan berumur 14 tahun 5 kamar 16 hari. Dia telah menggunakan jalur zonasi dan afirmasi tetapi selalu gagal karena faktor leler.

“Saya ingin masuk SMA Negeri saya ikuti jalur zona dan afirmasi tapi terpental terus karena perkara umur, ” ujar dia.

Sementara itu, siswa SMPN 99 Jakata Joshua yang berumur 15 tahun 7 bulan 25 hari mengaku kecewa lantaran belum diterima di SMA manapun. Ia merasa percuma sudah belajar suplemen keras demi mewujudkan mimpinya mampu mengenyam kursi SMA di Negeri.

“Saya sudah berusaha belajar maksimal agar dapat mendalam SMA Negeri yang bagus aku ikuti dua jalur afirmasi & zonasi tapi saya tidak menyelap disatu pun sekolah yang alternatif. Bahkan sekolah yamg bisa ditempuh 5 menit saja berjalan menguasai karena hanya patokan pada umur saja, ” paparnya.

Pada akhir videonya, para anak dan siswi itu meminta sokong kepada pemerintah agar dibantu & diberikan kelancaran dalam proses pendaftaran.

“Tolong bapak ibu bantu saya agar saya dapat bersekolah di sekolah negeri, saya mohon bantuannya bapak dan ibu apresiasi, ” ucap siswa-siswi tersebut.

Jalur Zonasi merupakan jalur untuk calon peserta didik memilih sekolah di Jakarta secara berdasarkan pada zona sekolah yang sesuai dengan domisili calon pengikut didik. Sekolah yang berlokasi dalam luar zonanya tidak bisa dipilih. Penetapan zona pada jalur tersebut dilakukan oleh Pemerintah Daerah bersandarkan Permendikbud (Pasal 14 ayat satu dan Pasal 16 ayat satu, 2 dan 3) dengan meyakinkan daya tampung.

Perlu diketahui, dalam Pergub No. 43 Tahun 2019 Pasal 3 Bagian 1, zona yang dimaksud adalah pengelompokan sekolah berdasarkan lokasi dengan mengacu kriteria yang ditetapkan Jawatan Pendidikan Provinsi DKI Jakarta. Yakni, daftar sekolah yang terletak dalam kelurahan yang sama atau kelurahan tetangga dengan domisili calon pengikut didik.

Daftar madrasah dalam sebuah zona ditetapkan oleh Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta berdasarkan pertimbangan jarak dengan kelurahan domisili, daya tampung sekolah, & jumlah penduduk.

Mengenai zona sekolah di DKI Jakarta sebanyak 267 zona di setiap jenjang pendidikan. Zona tersebut diterapkan sejak tahun 2017 tanpa menemui perubahan dan digunakan setiap tarikh, termasuk dalam PPDB tahun 2020.

Proses seleksi pendaftaran dengan menggunakan Jalur Zonasi adalah sebagai berikut:

1. Seleksi Tahap I adalah dengan membatasi berdasarkan zona sekolah

2. Seleksi Tahap II berdasarkan Piawai

3. Seleksi Tahap III berdasarkan susunan Pilihan Sekolah

4. Seleksi Tahap IV berdasarkan waktu mendaftar

Sebagai bahan, jalur PPDB yang sudah berlaku hingga saat ini, yaitu Sabuk Prestasi Non Akademik dengan bagian 5% (15-16 Juni 2020), Jalur Afirmasi dengan kuota 25% (19-22 Juni 2020) dan Jalur Zonasi dengan kuota 40% (25-27 Juni 2020).

Untuk CPDB yang belum diterima di galur sebelumnya dapat mengikuti kembali jalan penerimaan melalui Jalur Prestasi Akademik dengan kuota 20% untuk awak DKI Jakarta dan 5% untuk warga luar DKI Jakarta dengan akan dilaksanakan pada 1-3 Juli 2020.

Seleksi istimewa yang digunakan dalam Jalur Hasil Akademik ini memperhitungkan rata-rata kadar akademik selama 5 semester terakhir dan nilai akreditasi sekolah asal.

(kha)

Loading…