JAKARTA – PT Andong Commuter Indonesia (KCI) mengimbau pengguna mengenakan face shield, hingga menyarung tangan saat menggunakan kereta rel listrik (KRL), setelah KRL disebut sebagai salah satu tempat dengan berisiko menjadi penyebaran virus corona (Covid-19).

“Seluruh pengguna KRL wajib menggunakan masker selama berada di area stasiun serta di dalam KRL. Selain masker PT KCI juga sangat menyarankan pemakai memakai pelindung wajah (face shield), jaket atau baju lengan lama, dan sarung tangan, ” sekapur VP Corporate Communications PT KCI Anne Purba dalam keterangannya saat dikonfirmasi Okezone , Jumat (3/7/2020).

Anne menegaskan, bahwa KCI sudah melaksanakan berbagai protokol kesehatan untuk mencegah penularan Covid-19 di transportasi publik. Protokol tersebut dijalankan sesuai aturan yang dirumuskan dalam Kesimpulan Menteri Kesehatan, Peraturan Menteri Pertalian, Peraturan Gubernur DKI Jakarta, tenggat Surat Edaran dari Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, dan bermacam-macam aturan turunannya.

“Protokol kesehatan tersebut telah mulai disosialisasikan sejak Februari 2020 dan berjalan sejak Maret 2020 kemudian dilengkapi dan disempurnakan secara bertahap memasukkan perkembangan aturan yang berlaku, ” ujar dia.

Anne menerangkan, KCI juga telah mewajibkan pengguna untuk mengikuti pengukuran suhu tubuh saat masuk stasiun. Selain itu, setiap stasiun juga sudah memasang thermal scanner yang mampu memeriksa suhu tubuh puluhan karakter dalam satu waktu.

“Untuk memperlancar pemeriksaan suhu awak, PT KCI terus menambah jumlah alat pemeriksa suhu berupa thermo gun dan di sepuluh stasiun dengan jumlah pengguna tertinggi, ” jelas dia.

Ia menambahkan, di 80 stasiun dengan melayani KRL Commuter Line telah tersedia wastafel tambahan selain dengan ada di toilet. Jumlah wastafel tambahan ini juga akan tetap ditingkatkan oleh KCI agar pemakai lebih mudah untuk mencuci tangan dengan air dan sabun sebelum maupun sesudah naik KRL.

“Selanjutnya di setiap pengguna wajib menjaga jarak tenang dengan sesama. Untuk melaksanakan bangun jarak ini, seluruh stasiun telah dilengkapi marka antrean sebagai asas pengguna. Marka yang menandai gaya duduk dan berdiri pengguna sebati kapasitas 74 orang dalam setiap kereta juga telah terpasang di seluruh rangkaian KRL, ” berlanjut Anne.

“Untuk mengisbatkan jaga jarak dan kereta pantas dengan aturan kapasitas, saat perihal padat petugas melakukan penyekatan dengan zona-zona antrean di stasiun, jadi kerap ada antrean di tumpuan terutama pada jam sibuk, ” tandasnya.

(wal)

Loading…