INDRAMAYU – Menteri Kelautan dan Perikanan, Edhy Prabowo menyampaikan, bahwa keputusannya untuk membuka genahar ekspor benih lobster sudah dikaji secara mendalam. Kajian ini dilakukannya dengan mengundang sejumlah ahli. Tercatat seorang peneliti dari Australia.

Seperti diketahui, kebijakan buat melegalkan ekspor benih lobster tercatat dalam Peraturan Menteri Kelautan & Perikanan Nomor 12 Tahun 2020. Selain tentang ekspor benih lobster, aturan itu juga mendorong adanya budidaya lobster.

Peraturan itu juga berisi mengenai pengelolaan lobster, kepiting dan ketam. Aturan tersebut merevisi kebijakan kekangan ekspor benih lobster, yang tercantum dalam Peraturan Menteri Kelautan & Perikanan Nomor 56 Tahun 2016.

Menurut Edhy, kewaswasan yang ditunjukan oleh beberapa bagian, soal keputusannya yang dapat berakibat buruk bagi keberlangsungan populasi lobster di laut Indonesia tidak akan terjadi.

Ia menjelaskan, dari kajian & penelitian yang dilakukan Kementrian Bahari dan Perikanan (KKP), bila tersedia satu juta telur lobster, oleh sebab itu hanya akan ada 0, 02 persen saja benih lobster dengan bisa bertahan hidup hingga piawai dewasa, kalau benih lobster itu dibiarkan hidup di laut lepas.

“Kalau ditakutkan asosiasi kalau lobster akan hilang atau punah itu tidak ada. Di Indonesia. Begitu banyak telur-telur dengan ada. Di Indonesia, dari peneliti Australia bilang lobster ini bisa bertelur satu bulan sebanyak satu juta telur, ” kata Edhy kepada wartawan, Senin (6/7/2020) malam, usai kunjungan kerjanya di Pantai Karangsong, Indramayu, Jawa Barat.

Dirinya juga menepis pemberitaan yang menyebutkan kalau pihaknya tak menjalankan izin ekspor benih lobster sesuai prosedur. Ia menilai pemberian izin itu sudah sangat sesuai dengan prosedur yang ada. Makin, ia siap diaudit perihal kebijakannya itu.

Dalam pemilihan calon eksportir, lanjut Edhy, pihaknya tidak akan memberikan perlakuan yang istimewa. Sebab, calon eksportir dipilih oleh timnya yang juga mengikusertakan beberapa direktur jendral di KKP.

“Saya tidak memandang secara istimewa ke semua orang. Silahkan saja kalau ada yang curiga. Silahkan dicek, diaudit. KKP sangat terbuka, ” ujar Edhy.

(kha)

Loading…