JAKARTA – Kasus positif virus corona (Covid-19) di Indonesia masih terus mengalami lonjakan yang signifikan. Bahkan, Indonesia kembali mencetak rekor tertinggi lonjakan Covid-19 dengan menembus angka 1. 853, pada Rabu, 8 Juli 2020.

Juru Bicara Negeri untuk Percepatan Penanganan Covid-19, Achmad Yurianto mengatakan, mayoritas orang yang tertular virus corona dalam kira-kira waktu belakangan ini, hanya mengalami gejala ringan. Sehingga, mereka tidak perlu diisolasi di rumah melempem.

“Penambahan urusan yang cukup banyak 1. 853 ini tidak serta merta meningkatkan secara signifikan jumlah pasien yang dirawat di rumah sakit karena sebagian besar kasus yang kita dapatkan ini adalah orang-orang dengan gejala minimal atau isyarat yang sangat sedikit, sehingga tidak merasakan sakit, tidak ada tanda untuk diisolasi di rumah rendah, ” beber Yurianto saat konpers yang ditayangkan oleh akun Youtube BNPB, Rabu, 8 Juli 2020.

Untuk mengurangi lonjakan pasien Covid-19 di rumah kecil, pemerintah meminta agar mereka dengan tertular virus corona dengan gejalan ringan, melakukan isolasi mandiri dirumahnya masing-masing. Namun, ditekankan Yurianto, isolasi mandiri dirumah harus sesuai secara prosedur.

“Kita meminta mereka melaksanakan isolasi secara mandiri dengan mematuhi secara ketat tentang pedoman pelaksanaan isolasi mandiri di rumah agar tidak menjadi sumber penularan baru di tengah-tengah masyarakat, ” ucapnya.

Baca Juga: Buron 17 Tahun hingga Diekstradisi dari Serbia, Siapa Maria Lumowa?

Mengaji Juga: Pemprov Menerangkan Bagikan 1, 3 Juta Paket Bansos Covid-19

Yurianto menilai lonjakan kejadian signifikan beberapa waktu belakangan itu ditenggarai banyaknya masyarakat yang tidak mematuhi protokol kesehatan. Apalagi, penuh masyarakat yang mudah tertular virus corona ketika daya tahan tubuhnya sedang lemah.

“Ini menjadi hal yang penting sebab di dalam kaitan dengan aktivitas produktif yang dilakukan saat ini persyaratan untuk aman, persyaratan untuk secara disiplin menjalankan protokol kesehatan menjadi mutlak untuk dilaksanakan, ” ungkapnya.

“Ini dengan kita harapkan bahwa ini menjelma kesadaran kita bersama agar penggandaan kasus baru bisa terkendali, ” sambungnya.

(aky)

Loading…