JAKARTA – Dewan Pakar Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI), Hermawan Syaputra meminta Pemprov DKI Jakarta mengevaluasi kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) transisi periode I.

Seharusnya, kata pendahuluan dia, DKI tidak melenturkan pembatasan di semua segmen ekonomi di dalam PSBB transisi fase I.

“Di sektor pariwisata cara terbuka maupun tertutup, tidak boleh gegabah dibuka terutama pariwisata tertutup yang memang sudah dibuka DKI seperti bioskop, dan resto-resto sebab ini sektor yang sangat sensitif dan berupa manajemen kesehatan dunia, ” kata Hermawan kepada Okezone , Selasa (14/7/2020).

Hermawan mengatakan, bahwa WHO telah mengingatkan Covid-19 bisa menular lewat udara melalui mikro droplet. Sehingga, ia mendorong agar DKI memastikan bahwa sektor-sektor yang dibuka tersebut tidak menjadi klaster penularan baru Covid-19.

Herman memajukan, DKI untuk mengevaluasi bagaimana sistem sirkulasi udara di gedung-gedung, maka perkantoran guna mencegah terjadinya penularan lewat udara.

“Perlu ada evaluasi betul-betul bagaimana sirkukasi udara, manajemen suhu udara, metode alur udara di kantoran maupun fasilitas hiburan tertutup itu. Karena ini menjadi penting di samping kita berharap virus ini sudah terkendali di komunitas, ” ujar Hermawan.

Menurut tempat, manajemen pencegahan penyebaran Covid-19 berbeda antara perkantoran bisa dan wadah hiburan seperti mal, cafe, had bioskop. Pasalnya, manajemen pencegahan transmisi Covid-19 di perkantoran akan lebih mudah dilakukan karena pengelola gedung lebih mudah untuk mengindentifikasi aksi di perkantoran tersebut.

“Kalau diperkantoran orangnya itu-itu aja, mudah diidentifikasi dan bisa ditelaah alurnya. Kita bisa manajemen kesehatan lingkungannya. Akan namun kalau di mal dan lain-lain standarisasi ini harus betul-betul dievaluasi, karena orang yang hadir pada situ bukan orang yang pas dan dengan karakteristik berbeda-beda, ” sambungnya.

“Orang dengan di mal dan lain-lain itu datang dan ramai dengan bervariasi motif. Oleh karena itu terpendam airborne transmissionnya bisa menambah. Tersebut beresiko jadi patut untuk waspada, ” pungkasnya.

(. -)

Loading…