TASIKMALAYA – Kehamilan seorang ibu hanya satu jam dan melahirkan seorang bayi laki di Desa Mandalasari, Kecamatan Puspahiang, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, dengan medis tidak mungkin terjadi.

Hal itu diungkapkan petugas medis di Tasikmalaya. Kesimpulan itu didapat setelah dilakukan pemeriksaan dan berdasarkan hasil wawancara dengan pokok bayi. Secara logika, tim medis berpendapat, bahwa proses persalinan dengan dialami oleh si ibu faktual terjadi sangat normal dan terjadi proses kehamilan yang normal juga.

Setelah viral dengan kejadian seorang ibu yang hamil satu jam bertambah dan langsung melahirkan seorang bujang laki-laki, sejumlah petugas medis & dokter melakulan pemeriksaan terhadap kondisi kesehatan ibu dan bayi, serta sekaligus memintai keterangan kronologis perihal yang dialami oleh sang ibu.

Menurut Ketua Ikatan Bidan Indonesia Kabupaten Tasikmalaya, Mia Shofia, bahwa kejadian yang menimpa Heni Nuraeni sebenarnya merupakan proses kehamilan normal, namun sang pokok tak menyadarinya. Kejadian ini, menurutnya telah ada dalam banyak litelatur, dan biasa disebut kriptik pregnansi, atau kehamilan yang samar, sebab sang ibu tak menyadarinya.

“Begitupun buatan konsultasi dengan para ahli kehamilan, bahwa tenaga kesehatan menyakini semacam proses normal, sebuah proses persalinan yang diawali oleh proses kehamilan, namun sang ibu itu tak menyadarinya, ” jelas Mia.

Masih menurut Mia, masa sang ibu tidak menyadari atau merasakan sebuah kehamilan, namun di dalam saat mendekati persalian pasti tersedia tanda melahirkan seperti merasa sakit, keluarnya darah, dan adanya perih saat akan melahirkan.

“Saat mules muncul, makan perut akan mulai mengembang dan tinggi, ” jelasnya.

Loading…