DEMAK – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Demak diminta lebih berhati-hati dalam mengeluarkan rekomendasi calon pemilih di dalam Pilkada Demak 2020. Sebab, ada kekeliruan rekomendasi data pemilih masih hidup namun dinyatakan meninggal.

“Seharusnya dalam memberikan saran perbaikan atau rekomendasi data itu benar-benar sudah melalui verifikasi jadi tidak menimbulkan gejolak di kelompok, ” kata Ketua KPU Demak, Bambang Setya Budi, Jumat (21/8/2020).

“Orangnya masih seger kok direkom mati, ” tutur Bambang.

Dia menyatakan, KPU Demak menerima saran, masukan, dan wajib menindaklanjuti rekomendasi Bawaslu Demak sepanjang datanya saksama. Tujuannya untuk menyempurnakan daftar pemilih pada Pilbup Demak 2020.

Untuk itu, Bambang mengimbau Bawaslu Demak menggunakan data yang valid, agar tidak berakibat buruk di tengah masyarakat. Apalagi, warga yang mestinya mendapatkan hak pilih bisa terancam kehilangan hak konstitusinya.

“Ada 29 pemilih yang memenuhi syarat direkom TMS. Dari 29 TMS itu, ada 16 orang masih hidup direkom meninggal. Ada juga 13 pemilih yang sudah tidak memenuhi sarana sebagai pemilih direkom memenuhi sarana. Ini rekom yang berbahaya, ” tegas Bambang.

Sebelumnya, Bawaslu Demak merilis sebanyak 5. 612 pemilih tidak memenuhi syarat (TMS) dan 1. 644 pemilih yang telah memenuhi syarat (MS) tetapi belum masuk daftar pemilih model A–KWK dalam proses pencocokan dan penelitian (coklit) calon pemilih Pilkada Demak 2020. Rekomendasi itu tertuang dalam surat nomor 205/Bawaslu-Prov. JT-08/PM. 00. 02/VIII/2020 tanggal 10 Agustus 2020, agar mencoret pemilih TMS dan MS.

Baca Juga: Terminal Bekasi Terpantau Sepi di Pusat Libur Panjang

Baca Juga: Hendak Balas Dendam Kasus Penusukan, Petugas Tangkap 8 Orang pada Tapal batas

Menindaklanjati rekomendasi tersebut, KPU Demak langsung bergerak melakukan klarifikasi dengan PPK, PPS, dan PPDP. Selain itu, juga melakukan verifikasi faktual di lapangan melalui PPK, PPS, dan PPDP.

“Berdasarkan pencermatan kami, elemen data TMS yang direkomendasikan Bawaslu Demak sebanyak 5. 463 orang atau 97% NIK dan NKK invalid, ” lugas dia.

Tatkala itu, Ketua Bawaslu Demak Khoirul Saleh, mengatakan, proses coklit dimulai 15 Juli 2020 dan berakhir pada 13 Agustus 2020. Temuan itu di antaranya ada pemilih TMS pada Pemilu 2019, tetapi tercantum dalam daftar pemilih arketipe A-KWK (daftar pemilih yang dimanfaatkan dalam proses coklit).