GRESIK – Ahmad Soleh, penabrak pos jaga physical distancing sebagai pencegahan penyebaran virus corona atau Covid-19, di Desa Mojopuro Wetan, Kecamatan Bungah dihukum lima bulan kurungan.

Dalam sidang pada PN Gresik, terdakwa melakukan tindak pidana pengerusakan pembatas dan tenda pos jaga milik desa buat yang digunakan untuk mengantisipasi penyaluran Covid-19.

“Terdakwa terbukti melanggar pasal 406 ayat (1) jo pasal 64 KUHP. Menghukum terdakwa dengan balasan penjara selama 5 bulan, ” kata Majelis Hakim yang diketuai Eddy, Kamis (3/9/2020).

Eddy mengatakan, perbuatan terdakwa sudah melanggar ketentuan pidana pasal 406 KUHP. Saat itu terdakwa mengendarai motor Yamaha Mio GT warna putih Nopol W 2013 BI melaju sangat kencang dan menabrak pemisah hingga tenda pos.

Baca Juga: Ganjaran Atas Kegigihan Penyandang Disabilitas di Tengah Pandemi Covid-19

Menangkap Juga: 4 Remaja Tertidur di Perlintasan Kereta, dua Tewas dan 2 Berhasil Menghindar

Namun, vonis tersebut lebih ringan dari tuntutan jaksa penuntut umum (JPU), Apri Ando Simajuntak yang menuntut terdakwa dengan hukuman penjara semasa 8 bulan.

Pada perkara ini, terdakwa tidak hanya menabrak pos pembatas plang hak desa. Juga membawa golok serta menebaskan ke slebor motor milik saksi Khusnul Ma’arif.

(aky)