PEKANBARU – Polda Riau mengamankan sebanyak 21 orang terpaut demo penolakan Undang undang Membikin Kerja. Mereka yang diamankan tersedia yang diduga sebagai provokator serta ada juga membawa benda beku.

Kabid Humas Polda Riau, Kombes Sunarto menjelaskan, puluhan yang diamankan itu ada dengan pelajar dan non pelajar. Mereka diduga juga melakukan pelemparan kepada petugas saat aksi di pendahuluan Kantor DPRD Riau dalam kaum hari belakangan ini.

“Mereka yang diamankan itu melakukan aksi demo pada 7, 8 dan 9 Oktober 2020. Mereka ada yang membawa pecahan batu dan botol, ” kata Sunarto kepada wartawan, Selasa (13/10/2020).

Dia mengatakan, dalam mengahadapi pendemo, Polda Riau dan jajaran menyatakan menggunakan jalan persuasif agar pengunjuk rasa bisa tertib menyampaikan tuntutannya. Namun pada lapangan ada oknum pendemo yang menggunakan batu, kayu dan botol yang dilemparkan ke petugas buat memancing kerusuhan.

Kalau satu mobil polisi lalu lin Polda Riau juga dirusak pengikut. Ia mengatakan, dalam aksi demo, sebanyak 11 anggota polisi terluka terkena lemparan benda tumpul.

“Petugas juga mengamankan salah satu pelaku yang merusak mobil partroli polisi yakni Guntur. Dia ditangkap di daerah Rumbai Pesisir. Pada pelaku lain yang melakukan pecahan, kita minta untuk menyerahkan muncul, ” pungkasnya.

(mrh)