BOGOR – Belakangan ini marak informasi dari masyarakat ke polisi terkait kasus dugaan penipuan aplikasi ‘pengganda uang’ salah satunya di Kota Bogor. Berbagai lapisan warga Tanah air Hujan mulai dari ojek online hingga ibu rumah tangga kehilangan uang jutaan rupiah yang diinvestasikan ke aplikasi tersebut.

Dalam kasus ini, rupanya ada sosok wanita yang sangat dicari-cari para korban lantaran disebut sebagai top leader atau perwakilan praktik di Indonesia yakni Dian Ayu. Padahal, dirinya hanya anggota dari seorang leader asal Tiongkok.

“Orang menyangka kalau saya itu top leader dalam Indonesia, padahal bukan. Saya itu dibawah leader saya yang katanya orang China, ” kata Dian, kepada wartawan, di Bogor, Jumat (16/10/2020).

Orang itu, memiliki 36 anggota yang mana salah satunya adalah dirinya. Namanya pun mulai mencuat ketika melakukan live video melalui media sosial Instagram membahas aplikasi investasi dengan sesama anggota hingga akhirnya viral dan ‘dicap’ sebagai leader atau perwakilan di Indonesia.

“Untuk live tersebut sebenarnya permintaan dari leader. Pertimbangannya saya mau nerima karena biar saya bisa ngobrol berbagi kemahiran tentang Alimama dengan anggota aku. Tapi ternyata video saya itu disebarkan juga oleh leader-leader asing, makanya orang menyangka kalau beta ini top leader, ” bebernya.

Dari videonya itu, Dian berhasil menjaring 3. 000 anggota untuk bergabung. Namun sejak aplikasi mulai tidak bisa diakses anggota pada 19 September 2020, dirinya mulai dicari-cari banyak karakter.

“Saya difitnah, dihujat, diancam dibunuh, diperkosa dan mau disantet. Sehari ada 1000-an perintah whatsapp yang masuk ke saya, telepon juga ratusan. Saya oleh sebab itu takut buka handphone, ” membuka Dian

Akibatnya, Dian menjadi tertekan dan takut untuk keluar rumah, padahal ia pula menjadi korban karena uang Rp 500 juta yang diinvestasikan menyisih. Terlebih, anggota keluarganya teror & kehilangan pekerjaan.

Membaca Juga: Korban Perkiraan Penipuan Aplikasi ‘Pengganda Uang’ pada Kota Bogor Terus Bertambah

“Saya selalu di sini sebagai korban celaka sekitar Rp 500 juta. Beta dapat teror takut keluar, ” tambah Dian.

Tengah itu, kuasa hukum Dian Manis, Rizki Fajar Siddik mengatakan pihaknya telah melaporankan apa yang dialami kliennya ke Polda Metro Jaya terkait banyaknya ancaman dan pencemaran nama baik.

“Kami sudah lapor untuk yang pengancaman dan pencemaran nama baik tertanggal 30 September. Bukti-buktinya screen shoot percakapan yang melakukan pengancaman, & akun medsos yang menyebarkan, sebab klien kami telah dituduh mengabulkan penggelapan uang, ” ucap Rizki.