PALANGKARAYA – Gambar seorang ayah membawa jasad bayinya menggunakan sepeda motor dari panti sakit menuju ke pemakaman Bulevar Tjilik Riwut Kota Palangkaraya, Kalimantan Tengah viral di media sosial. Saat dikonfirmasi, sang ayah mengaku sengaja membawa jasad bahan hatinya menggunakan motor karena tidak memiliki uang untuk membayar ambulans.

Dalam video amatir terlihat seorang ayah bersama anak membawa jasad bayinya menggunakan roda motor dari rumah sakit menuju ke pemakaman umum. Video berdurasi 26 detik ini pun viral di media sosial dan memiliki beragam tanggapan serta pertanyaan sejak netizen, karena biasanya jasad budak maupun orang dewasa diantar ke pemakaman menggunakan mobil ambulans.

Baca Juga: Gadis Cantik Ini Viral Gegara Memotret KTP Sambil Tertawa Lepas, Demikian ini Ceritanya

Orangtua budak bernama Asmudin (26), warga asal Desa Pujon, Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah saat ditemui usai pemakaman mengatakan, dirinya sengaja membawa jasad anaknya menggunakan motor menuju ke pemakaman karena tak memiliki uang untuk membayar ambulans.

Meskipun pihak rumah sakit telah menawarkan membawa jenazah bayi memakai ambulans, namun Asmudin tetap menegasikan. Putra pertamanya tersebut sudah perut hari dirawat di Rumah Melempem Umum Daerah Dokter Doris Sylvanus Palangkaraya, namun karena mengalami penuh nafas dan infeksi di periode dalam meninggal dunia pada Senin malam.

“Sempat ditawarin pake ambulan, tapi kami gak punya duit, ” ujarnya, Selasa (15/12/2020).

Sementara itu, pihak RSUD Dokter Doris Sylvanus Palangkaraya yang dikonfirmasi mengaku awalnya telah menawarkan fasilitas mobil ambulans untuk membawa jenazah bayi, tetapi pihak keluarga menolak. Padahal, bagian rumah sakit telah memberikan kelapangan dengan membuat surat pernyataan tak mampu usai pemakaman.

“Sudah ditawarkan fasilitas dari ambulans, namun keluarga menolak bukan saya mengabaikan pelayanan bagi masyarakat tak mampu, ” ujar Kepala Instalasi Ruang Jenazah RSUD Doris Sylvanus, Ricka Brillianty.

Membaca Juga: Mabuk Berat, Wanita Itu Terbangun Tunggangi Kuda dan Meresap Hutan

Asmudin dan Fatimah, orangtua bayi kini tak mempermasalahkan hal tersebut. Keduanya apalagi berterima kasih kepada seluruh bagian yang telah memberikan bantuan kepadanya.

(Ari. -)