INGGRIS porakporanda Pilot Inggris dipenjara selama 20 tahun karena melemparkan bayi perempuannya sampai tewas.

Pilot ini diketahui sempat menenggak minuman membengkil (miras) dan menggunakan narkoba dalam sebuah hotel bintang lima di Kazakhstan.

Mahkamah mengatakan Kapten Airbus Mohamed Barakat, 42, membenturkan kepala anaknya Sophia, 1, ke dinding, yang membuat otaknya hancur dan tengkoraknya bubar.

Hakim Bakhytkhan Bakirbayev mengatakan luka yang ditemukan di anaknya itu disebabkan benturan berulang dengan benda dan permukaan cepat, bukan luka karena jatuh.

Hakim juga menolak klaim pilot kelahiran London jika anaknya itu terluka parah akibat pukulan epilepsi. Dia menegaskan tidak tersedia bukti jika bayi satu tahun itu menderita epilepsi.

Otoritas pengadilan mengatakan pilot yang dipekerjakan oleh anak perusahaan Hong Kong Airlines ini akan menjalani seluruh hukuman penjara di penjara Kazakhstan.

(Baca juga: Gunakan Masker Oksigen Era Zoom, Guru Ini Akhirnya Menyerah Lawan Covid-19)

Saat bebas nanti, dia dilarang memasuki negara itu selama lima tahun. Melalui pernyataan pengadilan yang dikeluarkan oleh sekretaris pers Abay Zharylkasyn, mengatakan kesalahan pilot dibuktikan dengan kesaksian seorang saksi.

Yakni seorang pembantu yang mendengar suara hantaman keras di dinding, setelah itu tangisan bujang itu terdiam. Saksi itu mengatakan istr Barakat, Madina, 23, mencuaikan kamar hotel setelah Barakat memukuli anak mereka.

Data CCTV menunjukkan bagaimana dia kemudian menggendong bayi itu ke lobi Hotel InterContinental bintang lima di Almaty pada pagi hari tanggal 24 Oktober tahun lalu.

Madina beberapa kali kolaps di lobi ketika staf memanggil petugas medis. Menurut salah mulia anggota staf hotel, Madina berteriak jika suaminya telah membunuh dan memukuli anak mereka.

Namun dia membalikkan kesaksian itu. Dia pun menangis saat menggubris putusan pengadilan itu.

Hakim mengatakan sepuluh saksi menyingkapkan bagaimana dia mengklaim suaminya sudah membunuh anak itu. Bayi tersebut sudah tidak bergerak dan telah kaku “berwarna biru”.

“Saya tidak memiliki klaim terhadap pasangan saya Mohamed Barakat, ” terangnya, dikutip Daily Mail.

“Dia tidak bisa menyayat anak kami dan terlebih teristimewa dia tidak mampu melakukan kedurjanaan, ” jelasnya.

“Mohamed adalah suami dan teman yang paling penyayang dan perhatian. Aku mencintainya dengan sepenuh hati, ” ujarnya.

“Anda barangkali akan berpikir wanita seperti barang apa saya yang melindungi pasangannya yang diduga membunuh anak itu. Namun, ini bukan kejahatan yang disengaja, itu kecelakaan, terutama bagi Sophia, ” lanjutnya.

Sekalipun demikian, Barakat dinyatakan bersalah di sidang virtual di pengadilan kota Almaty pada Selasa (22/12). Tempat tampak tercengang mendengar putusan tersebut.

Persidangan juga melahirkan jika pilot ini memiliki persediaan ganja rahasia di kamar hotelnya, dan sebelumnya telah menggunakan kokain.

Pengadilan juga memerintahkan Barakat untuk membayar kompensasi ke istrinya sebesar 135 poundsterling (Rp2, 6 juta). Jumlah ini agak-agak akan jauh lebih besar kalau dia mengajukan gugatan perdata terhadapnya.

(sst)