JAKARTA kacau Tim penyidik Komisi Pemberantasan Manipulasi (KPK) melakukan penggeledahan di besar lokasi guna mendalami penyidikan kasus korupsi persediaan bantuan sosial dalam penanganan pandemi Covid-19.

“Terkait penyidikan dugaan korupsi di Kemensos dengan tersangka mantan Menteri Sosial (Mensos), Juliari P Batubara (JPB) dkk, hari itu, Senin 11 Januari 2021, Tim Penyidik KPK melakukan penggeledahan pada 2 lokasi, ” ujar Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri dalam keterangannya, Senin (11/1/2021).

Baca Pula: Periksa Penyuap Juliari Batubara, KPK Selisik Pendistribusian Paket Bansos Covid-19

Kedua lokasi itu antara lain, PT Mesail Terang Berkat SOHO CAPITAL SC-3209 Podomoro City Jalan Letjend S. Parman Kav. 28. Kemudian, di PT Junatama Foodia Metropolitan Tower TB Simatupang, Jl. RA. Kartini dasar 13.

“Perkembangannya akan kami informasikan bertambah lanjut, ” kata Ali.

Diketahui, KPK telah menetapkan mantan Menteri Sosial (Mensos), Juliari P Batubara (JPB) sebagai tersangka penerima suap. Juliari Batubara diduga menerima suap terkait pengadaan barang dan jasa berupa bantuan sosial (bansos) dalam penanganan pandemi Covid-19.

Selain Juliari Batubara, KPK juga menetapkan empat simpulan lainnya. Empat tersangka itu yakni Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) di Kementerian Sosial (Kemensos), Matheus Joko Santoso (MJS) dan Adi Wahyono (AW) sebagai Pejabat Pembuat Kewajiban (PPK) dalam pelaksanaan proyek bantuan sosial (Bansos) Covid-19 di Kemensos.

Baca Juga: Juliari Tegaskan Tak Ada Keterlibatan Gibran di Kasus Bansos Covid-19

Kemudian, dua tersangka sponsor suap yakni, Ardian Iskandar Maddanatja alias Ardian Maddanatja yang adalah Presiden Direktur PT Tiga Asas Agro Utama atau PT Tigapilar Agro Utama (TPAU/TAU) dengan singkatan TIGRA. Kedua, Sekretaris Umum Pranata Pengurus Cabang (BPC) Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Jakarta Induk periode 2017-2020 sekaligus advokat, Harry Van Sidabukke.

Diduga dalam kasus ini pelaksanaan order tersebut dilakukan dengan cara penetapan langsung para rekanan dan diduga disepakati ditetapkan adanya fee dari tiap-tiap paket pekerjaan yang kudu disetorkan para rekanan kepada Kemensos melalui Matheus.

Untuk fee tiap paket bansos disepakati oleh Matheus dan Adi sejumlah Rp10 ribu per paket sembako dari nilai Rp300 ribu perpaket bansos. Pada pelaksanaan paket Bansos sembako periode pertama diduga diterima fee Rp12 miliar, yang pembagiannya diberikan secara tunai oleh Matheus kepada Juliari Peter Batubara meniti Adi dengan nilai sekitar Rp8, 2 miliar.

Buat periode kedua pelaksanaan paket bansos sembako, terkumpul uang fee sejak bulan Oktober sampai dengan Desember 2020 sejumlah sekitar Rp8, 8 miliar yang juga diduga hendak dipergunakan untuk keperluan Juliari. Jika Rp8, 8 miliar dijumlahkan secara Rp8, 2 miliar, maka bagian dugaan suap untuk Juliari sebesar Rp17 miliar.

(Ari)