JAKARTA – Kejaksaan Gemilang menanggapi penetapan vonis 10 tahun Jaksa Pinangki Sirna Malasari oleh Hakim Pengadilan Negeri Tipikor. Kejagung menilai penetapan 10 tahun vonis penjara tersebut karena keterangan Pinangki yang selalu berubah-ubah.

“Itu risiko dia kan karena keterangannya dia berubah-ubah, ” kata Jaksa Muda Pidana Khusus (Jampidsus) Ali Mukartono saat ditemui MNC Portal Indonesia di Gedung Bundar, Senin (8/2/2021).

Ali membicarakan, pernyataan Pinangki selalu berubah kepada hakim. Pada awal menjelang penuntutan, Pinangki mengaku telah bersalah melangsungkan pertemuan dan melakukan transaksi dengan Djoko Tjandra.

“Waktu mau menjelang tuntutan, ngaku. Masa abis pembelaan enggak ngaku. Ah itu risiko dia, ” jelasnya.

Tempat mengaku menghormati putusan yang telah dijatuhkan hakim. Meski pihaknya menuntut Pinangki hanya 4 tahun penjara.

“Ya itu kita hormati keputusan hakim. Kan itu ya karena dia seperti itu kan, yang menciptakan dia sendiri, ” pungkasnya.

Baca juga: Kasus Djoko Tjandra, Majelis Hakim Benarkan Adanya Sosok King Maker

Sebelumnya, pengadilan Tipikor menjatuhkan vonis 10 tahun penjara terhadap Jaksa Pinangki Sirna Malasari terkait kejadian pengurusan fatwa bebas untuk benduan kasus korupsi hak tagih Bank Bali Joko Soegiarto Tjandra pedengan Djoko Tjandra di Mahkamah Utama (MA).

Jaksa Pinangki yang pernah bertugas di Kejaksaan Agung dinyatakan terbukti bersalah dalam kasus tersebut.

Membaca juga: Pinangki Divonis 10 Tarikh, Hakim Sebut Tuntutan Jaksa Sungguh-sungguh Kecil

“Menjatuhkan pidana terhadap terdakwa Pinangki Sirna Malasari dengan pidana penjara selama 10 tahun penjara dikurangi masa tangsi. Dan menjatuhkan pidana denda sebesar Rp600 juta subsider 6 bulan, ” ujar Ketua Majelis Hakim Ignatius Eko Purwanto di Meja hijau Tipikor pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Senin (8/2/2021).

(qlh)