JAKARTA – Besar Seksi Pelayanan Kesehatan Rujukan serta Krisis Kesehatan Dinkes DKI Jakarta , Sulung Mulia Putra mengatakan, perawatan kecantikan tak bisa dilakukan sinse sembarangan. Hal itu diungkapkannya menyikapi terungkapnya praktik klinik kecantikan ilegal di Jalan Baru TB Simatupang, Ciracas, Jakarta Timur.

“Tindakan yang dilakukan ini betul merupakan tindakan impasif. Jadi ini tidak boleh dilakukan makin oleh dokter yang tidak terlatih pun tidak boleh, apalagi karakter non kesehatan sangat tidak boleh karena risikonya sangat luar piawai, ” ujarnya pada wartawan, Selasa (23/2/2021).

Menurutnya, standar kompetensi dokter kesibukan medis yang dilakukan seperti menyemprot, injeksi botox, injeksi filler serta tanam benang bisa dilakukan oleh seorang dokter spesialis. Semua itu diatur pula dalam undang-undang tentang praktek kedokteran, tentang kesehatan, serta tentang tenaga kesehatan.

Karena itu, dia meminta asosiasi berhati-hati dalam memilih dokter ataupun klinik kecantikan. Dia juga meminta masyarakat bila nanti ada yang menemukan praktek klinik kecantikan ilegal untuk dapat melaporkannya ke pihak terkait.

“Jadi kami sarankan memang sebelum masyarakat ini berobat ada baiknya cek izinnya karena mendirikan klinik sudah ada salurannya. Apabila nanti menemukan praktek seperti ini mampu dilaporkan ke Dinas Kesehatan dan jajaran melaui provinsi, kabupaten/kota makin ke Puskesmas, ” tuturnya.

Baca Juga: Polisi Bongkar Praktik Klinik Kecantikan Ilegal di Ciracas, Dokter Abal-Abal Diringkus

Sebelumnya, polisi menangkap seorang pemilik klinik kecantikan ilegal, Zevmine Skin Care berinisial SW alias Y. Penangkapan SW dilakukan pada Lantai 2 Ruko Zam-Zam, Pekerjaan Baru TB. Simatupang, Kelurahan Susukan, Kecamatan Ciracas, Jakarta Timur.

Baca Juga: Modal Pengalaman sebagai Perawat, Dokter Abal-Abal Buka Klinik Kejelitaan Ilegal di Ciracas

(erh)