SERDANG BEDAGAI – Satreskrim Polres Serdang Bedagai Sumatera Melahirkan, menangkap 5 pelaku pemerkosaan terhadap anak di bawah umur yang masih duduk di bangku SMP. Para pelaku menggilir korban yang baru dikenal pada satu diantara pesta itu secara bergantian di kebun sawit.

Mereka ditangkap lantaran beberapa lokasi berbeda di Kecamatan Dolok Masihul sesudah petugas memancing tersangka meniti pesan singkat media baik milik korban.

Kelima tersangka pemerkosaan terhadap objek berinisial NF, pelajar SMP berusia 14 tahunitu masing-masing berinisial KR alias Bodong (18), MF alias Frank (20), MRA alias Roma (19), AK alias Bintik (23), dan EK nama lain Edo (19).

Peristiwa pemerkosaan terhadap korban terjadi pada awal bulan Januari 2021, di mana korban NF dan sepupunya berinisial CA berkenalan dengan para pelaku saat padahal menonton hiburan keyboard pada sebuah acara pesta di Desa Silau Rakyat, Kecamatan Sei Rampah. Dari lokasi pesta, selanjutnya para tersangka mengajak korban dan sepupunya untuk menonton aksi balap liar hingga pukul 02. 00 WIB.

Karena sudah larut malam, korban kemudian meminta kepada para karakter untuk diantarkan ke sendi neneknya di Kecamatan Perbaungan. Namun di tengah kunjungan di areal perkebunan sawit, para pelaku memaksa dan mengancam korban dan sepupunya untuk buka baju.

Korban yang curiga hanya pasrah dan menjejaki permintaan pelaku hingga akhirnya kelima pelaku menggilir objek secara bergantian. Sementara sepupu korban CA yang menentang permintaan para pelaku hanya menunggu di kendaraan maka aksi bejat pelaku sempurna menggilir korban.

“Para pelaku secara berputar melakukan pelecehan pada objek, ” ujar Wakapolres Serdang Bedagai, Kompol Sofyan, Sabtu 27 Februari 2021.

Baca Juga: Bejat! Balai Desa Maka Tempat Pesta Seks dan Pemerkosaan Pelajar SD

Selain mengamankan para pelaku, petugas turut mengamankan barang bukti berbentuk pakaian korban dan karakter serta tiga unit besar milik para pelaku. Berperan mempertanggungjawabkan perbuatannya, pelaku zaman ini sudah ditahan di Mapolres serdang bedagai.

Para pelaku dieknakan Pasal 81, 76, sub Pasal 82 UU RI nomor 17 Tahun 2016 tentang perlindungan anak, dengan ancaman hukuman 20 tarikh penjara.

(aky)