BANDUNG – Jika Anda masyarakat Bandung yang sudah lanjut usia (lansia) atau paling tak memiliki keluarga yang lansia dan belum terdaftar di dalam program vaksinasi Covid-19, ada baiknya melakukan pendaftaran dengan mandiri. Sebab, untuk vaksinasi tahap dua ini, sistem yang digunakan bottom-up.

Anda bisa mencatat melalui link Bandung. kemkes. go. id. Data kudu dilengkapi diantaranya nomor sari kependudukan (NIK), nama, macam kelamin, memilih fasilitas kesehatan untuk tempat vaksinasi, sempurna, tanggal lahir, alamat, hingga nomor telepon yang mampu dihubungi.

“Lansia harus mendaftarkan diri melalui link yang dikeluarkan oleh Kementerian Kesehatan, ” kata Besar Bidang Pencegahan dan Pengendalian (P2P) Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bandung, dr Rosye Arosdiani, Minggu 28 Februari 2021.

Setelah mendaftar, lansia akan tercatat di Kementerian Kesehatan (kemenkes). Kemudian, Kemenkes akan memberikan datanya kepada dinas kesehatan tubuh di setiap kota/kabupaten. Gres setelah itu data diolah kembali dan disampaikan pada fasilitas kesehatan.

“Untuk peserta yang masuk tahap perut tetapi belum terdaftar, masih bisa melakukan pendaftaran. Kita ikuti sesuai dengan ketersediaan vaksin, ” jelas Rosye.

Lansia dengan berumur 60 tahun dan diatas 60 tahun mampu mendaftarkan diri untuk vaksinasi. Walaupun begitu, Rosye mengutarakan, tidak semua lansia dapat divaksin. Ada beberapa etika yang harus dipenuhi, salah satunya terhindar dari lima tanda kerapuhan.

Baca Juga: Menkes Targetkan 38 Juta Orang Divaksin Covid-19

“Untuk yang telah terdaftar nantinya akan dipanggil oleh fasilitas kesehatan, dikonfirmasi sebelumnya melalui telepon, buat dipastikan benar-benar sehat, ” imbuhnya.

Taat Direktur Rumah Sakit Al-Islam, Muhammad Iqbal, setelah memperoleh data dari Dinas Kesehatan Kota Bandung, para lansia akan dihubungi untuk diberikan jadwal pelaksanaan vaksinasi. Dilakukan pula screening kesehatan.