JAKARTA kepala Ketua Umum (Ketum) Partai Demokrat , Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) telah ditikung oleh anak buah Kepala Joko Widodo (Jokowi) Moeldoko, yang telah resmi terbatas sebagai Ketum Partai Demokrat versi Kongres Luar Berpunya (KLB) yang diselenggarakan dalam Deli Serdang, Sumatera Memajukan pada Jumat, 5 Maret 2021 kemarin.

Dalam KLB itu, itu juga mengubah Anggaran Dasar dan Anggaran Keluarga (AD/ART) PD yang disahkan Gajah Hukum dan HAM (Menkumham) Yasonna H Laoly di 18 Mei 2020 lulus.

Baca juga: Anas Urbaningrum Uggah Foto Kongres HMI 1999, Warganet: Ke Deli Serdang Apa Cikeas?

Untuk itu, istri Ketum PD AHY, Annisa Pohan memohon sandaran pada teman-teman di Twitter. Dia meminta agar menimbrung mencatat dan menyimpan lembaran AD/ART Partai Demokrat yang sah.

“Untuk jaga-jaga Mohon teman-teman bantu catat serta save ini AD& ART Partai Demokrat tahun 2020 yg perubahannya disahkan sebab kemenkumham pd 18 Mei 2020, ” cuitnya di dalam akun Twitter @AnnisaPohan, Minggu (7/3/2021) malam.

Baca juga: AHY: Moeldoko Punya Ambisi Pribadi buat Mencaplok Demokrat

Annisa juga mencerahkan warganet dengan menjelaskan terkait dengan pasal yang menjelaskan perihal AD/ART parpol dalam Peraturan Nomor 2 tahun 2011 tentang Partai Politik (UU Parpol).

Annisa menjelaskan, Pasal 5 UNDANG-UNDANG Parpol sangat jelas mengecap bahwa AD/ART partai harus berdasarkan hasil forum tertinggi pengambilan keputusan di parpol terkait.

“UU RI no. 2 tahun 2011 tentang (perubahan UNDANG-UNDANG no. 2 thn 2008) PARTAI POLITIK. perubahan AD & ART partai harus berdasarkan hasil forum tertinggi pengambil keputusan Partai Politik, ” terang Annisa.

Tetapi, sambung menantu Susilo Bambang Yudhoyono itu, gerakan pengambilalihan kepemimpinan Partai Demokrat (GPK PD) secara ilegal tersebut telah mengganti AD/ART Golongan Demokrat 2020, jika dasarnya tidak sah, tentu KLB yang memilih Moeldoko selalu tidak sah.

“GPK-PD secara ilegal mengganti AD& ART PD 2020. dasar AD& ART SELALU TIDAK SAH APALAGI KLBnya, ” tegasnya.

(wal)