BANGKOK Thailand dilaporkan memukul mundur lebih lantaran 2. 000 orang yang berusaha melarikan diri sebab negara tetangga Myanmar menyusul serangkaian serangan udara dengan dilakukan oleh junta militer yang berkuasa di arah tenggara negara itu.

Kelompok aktivis Sentral Informasi Karen mengatakan era ini sebanyak 2. 009 orang mengungsi dan bersembunyi di hutan, dipaksa kembali ke Myanmar tak lama setelah melintasi perbatasan dengan Thailand.

Ribuan orang meninggalkan rumah mereka di negara arah Karen, tenggara Myanmar pada Minggu (28/3), setelah jet militer Myanmar melakukan pukulan bom di desa-desa yang dikendalikan oleh kelompok etnis bersenjata.

Reuters melaporkan Persatuan Nasional Karen (KNU), yang menguasai beberapa besar wilayah di tapal batas dengan Thailand, telah menyerang sebuah pos militer dekat perbatasan, menewaskan 10 karakter.

Masuknya orang-orang yang dilaporkan melarikan muncul ke negara tetangga Thailand menandai fase baru pada krisis yang semakin mendalam bagi Myanmar, yang dilanda kekacauan ketika militer menawan kekuasaan dalam kudeta pada 1 Februari dan menjatuhkan pemerintahan terpilih Aung San Suu Kyi.

(Baca juga: Seruan Intervensi Militer Menguat, GANDAR Tarik Diplomat dan Staf dari Myanmar)

Serangan udara tersebut menyusul tindakan keras militer berdarah selama akhir pasar yang secara luas dikecam secara internasional. Setidaknya 114 orang dilaporkan dibunuh sebab pasukan keamanan junta di dalam Sabtu (27/3), pada hari paling mematikan sejak protes terhadap rezim militer Jenderal Min Aung Hlaing dimulai dua bulan lalu.

Kelompok advokasi Aliansi Bantuan untuk Tahanan Kebijakan (AAPP) mengatakan pPasukan ketenangan Myanmar telah menewaskan sedikitnya 510 orang sejak kudeta, dengan 14 orang ditembak mati pada Senin (29/3) termasuk anak-anak dan remaja.

KNU mengucapkan 3. 000 orang melakoni Sungai Salween ke Thailand, melarikan diri dari pemboman udara militer, dan dua. 000 orang dipukul mundur.

Kelompok pemrakarsa Organisasi Wanita Karen (KWO), yang beroperasi di negara bagian Karen dan pengasingan pengungsi di Thailand, melegalkan serangan udara telah memaksa 10. 000 orang dalam negara bagian itu membuang rumah mereka, dan 3. 000 orang telah menyeberang ke Thailand.

CNN belum dapat men pihak berwenang Thailand buat dimintai komentar. Namun Reuters mengutip Thichai Jindaluang, gubernur provinsi Mae Hong Son Thailand, menyangkal pengungsi didorong mundur.

(Baca juga: Kudeta Tentara, India Siap Terima Pengungsi Myanmar)

Ketika CNN menghubungi Departemen Luar Negeri Thailand, itu mengarahkan ke pernyataan dengan diterbitkan oleh media lokal dari juru bicara kementerian, Tanee Sangrat, yang mengatakan, “Laporan tersebut hanya mengutip informasi dari sumber non-resmi tanpa mengkonfirmasi fakta daripada sumber resmi di lapangan. yang menegaskan bahwa tak ada penolakan seperti itu yang terjadi. ”