ISRAEL Militer Israel dalam pernyataannya mengatakan Angkatan Darat bergabung dengan Angkatan Udara dalam serangan di Jalur Gaza pada Jumat (14/5) pagi.

Rombongan pertahanan Israel dalam cuitan di Twitter menyatakan pasukannya “saat ini menyerang pada Jalur Gaza. ” Tetapi kemudian, mengutip adanya miskomunikasi secara internal, dengan klarifikasi bahwa pasukan menembakkan artileri dari dalam wilayah tapal batas Israel.

“Saya menyerukan bahwa Hamas membayar dengan harga yang sangat mahal, ” kata pendahuluan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu dalam pernyataan sebuah rekaman video.

“Kami lakukan itu, dan akan terus melanjutkannya dengan kekuatan yang besar, ” lanjutnya.

Penduduk Gaza di dekat perbatasan Israel mengonfirmasi kepada Reuters jika mereka tidak melihat tanda-tanda Angkatan Darat Israel di dalam daerah-daerah kantong tersebut. Namun, mereka melaporkan adanya tembakan artileri berat dan puluhan serangan udara.

(Baca juga: Ketegangan Israel-Palestina Memuncak, Rasa Antagonisme Semakin Meningkat)

Sementara kekerasan mengikuti hari kelima, Dewan Kebahagiaan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB) telah sepakat untuk bersidang pada Minggu (16/5) mendatang guna membahas situasi itu, setelah rencana untuk mengamankan pertemuan tertunda karena kewaswasan dari Amerika Serikat (AS).

“AS akan terus terlibat secara aktif melalui diplomasi tingkat pemerintahan tertinggi sebagai upaya menghentikan ketegangan, ” cuit Utusan Besar AS untuk PBB Linda Thomas-Greenfield di Twitter.

(Baca juga: Biden Bicara mengenai Infrastruktur hingga Konflik Timur Tengah)

(sst)