JAKARTA – Suzy Eshkuntana (6) berhasil terjamin, setelah terkubur puing-puing rumahnya selama kurang lebih tujuh jam. Ia menjadi lengah satu korban selamat daripada serangan udara Israel beberapa waktu lalu di Gaza, Palestina. Serangan yang mengganyang 42 orang termasuk Pokok dan keempat saudaranya.

(Baca juga: Gempur Palestina secara Senjata Canggih, Kekuatan Israel Masih Kalah Jauh secara Indonesia )

Tim penyelamat, polisi, tetangga dan kerabat keluarga Eshkuntana berkumpul diruntuhan puing sendi keluarga itu. Setelah pencarian berjam-jam, mulai terdengar teriakan “Allahu Akbar” (Allah Sungguh Besar) dari tim pencari. Merupakan tanda ditemukannya korban selamat.

“Suzy ditemukan penuh debu serta terlalu lemah untuk mengangkat kepalanya. Ia hanya bisa menangis ketika dibawa ke ambulans, ” tulis Reuters dikutip Okezone Rabu (19/5/2021).

(Baca juga: Kisah Pasukan Putih pada Gaza, Senjata Canggih Zionis Israel Tak Bisa Membunuhnya )

Suzy kemudian dibawa ke Rumah Sakit Shifa buat mendapatkan pertolongan pertama. Disana, Ia dipertemukan kembali secara sang ayah yang selalu selamat dari serangan itu. Serangan dasyhat yang merenggut keluarga dan tempat tinggalnya.

“Maafkan hamba anakku, kamu berteriak supaya aku datang kepada mu, tapi aku tidak bisa datang, ” ujar Riyad Eshkuntana dikutip Okezone dari Reuters.

Bersandarkan keterangan dari Perdana Gajah Israel Benjamanin Netanyahu, serangan ini merupakan serangan hukuman dari pihaknya. Bertujuan menghancurkan kelompok Hamas yang berdiam di wiliyah Gaza.