BOGOR – Fall positif Covid-19 di Perumahan Griya Melati Bubulak, Bogor Barat, Kota Bogor kembali bertambah. Sampai hari ini, Kamis twenty Mei 2021, kasus positif di perumahan tersebut menjadi 35 orang.

“Sesuai data yang kami terima, hari ini siapa sangka yang terkonfirmasi 35 jamaah dari warga Griya Melati yang terkonfirmasi positif Covid-19, ” kata Wakil Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim di lokasi, Kamis (20/5/2021).

Baca Juga: 51 Warga Cilangkap Terpapar Covid-19 Diduga Tertular saat Halal Bihalal

Dedie menilai kasus Covid-19 di perumahan ini sebagai kategori kejadian luar biasa. Karena, terjadi penularan yg cukup masif dengan jumlah terpapar banyak dalam satu lingkungan perumahan.

“Nah, 35 orang ini datang dri 15 rumah yang ada di Griya Melati. Dikarenakan itu, kami memandang yakni harus mendapat perhatian yang lebih. Termasuk juga alternatif atau opsi untuk kita lakukan evakuasi ke tempat isolasi milik Pemkot pada BPKP Ciawi, ” jelasnya.

Sekarang, pihaknya bersama aparat TNI-Polri juga instansi terkait sedang proses langkah-langkah lanjutan bagi warga di perumahan tersebut seperti pengelolaan sampah medis dan pemenuhan logistik.

“Untuk saat ini, arah bantuan dari Kapolresta dan Dandim kita lakukan langkah-langkah sementara antara lain teknik pengelolaan untuk misalnya sampah medis. Kemudian bagaimana memastikan bahwa warga dapat mendapatkan logistik yang memadai buat bisa melakukan kegiatan harian di rumah mereka. Menjadi tidak perlu keluar, inch ungkap Dedie.

Baca Juga: Kasus Covid-19 Bertambah 5. 797, Jawa Barat Tertinggi

Di tempat yang sama, Kapolresta Bogor Kota Kombes Pol Susatyo Purnomo Condro mengatakan, pihaknya menurunkan empat personel dari Satgas Covid-19 setiap harinya khusus melakukan penjagaan selama 24 quickly pull di Perumahan Griya Melati Bubulak.

“Sehingga 24 jam personel dari Satgas Covid-19 Kota Bogor mengawasi area ini trmasuk warga-warga yang akan keluar. Semua aktivitas harus benar-benar karena urgent, dan hari ini Polresta, Kodim, serta dinas akan turun langsung melayani masyarakat yang melakukan karantina di wilayah ini, ” ucap Susatyo.

Penjagaan ketat yg dilakukan berupa mengawasi pekerjaan belanja online, dengan mencatat barang yang masuk. Selain itu, mencatat warga yg keluar dan masuk wilayah perumahan dan sekaligus menyiapkan pasar RT RW dengan petugas khusus.

“Kita akan evaluasi therapy, apakah akan dievakuasi lalu sebagainya. Dinamika itu maka akan berkembang sehingga posko tersebut akan berisi semua fungsi-fungsi Satgas untuk memberikan servis. Termasuk bagi pelayanan perbelanjaan, ” pungkasnya.

(Ari)