SURABAYA – Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil mengaku mengedepankan etika politik dalam kontestasi Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024. Meski, mengantongi elektabilitas mulia di bursa Pilpres 2024.

Pria yang akrab disapa Kang Emil itu mengungkapkan, dirinya semasa ini memegang dua filosofi politik dalam memimpin, yaitu politik akal sehat dan tahu diri. Menurutnya, level elektabilitas dan popularitas dirinya yang dilansir sejumlah lembaga survei bisa diperhitungkan golongan politik atau tidak sama sekali.

“Saya tahu diri. Saya ini belum berpartai, saya tidak tahu apakah dengan hasil survei untuk 2024 apakah akan dilamar atau akan diajak golongan politik, saya tidak cakap. Kalau batinnya terbuka bismillah, kalau tidak terbuka ya tidak masalah, ” ungkap Kang Emil di Surabaya, Sabtu (28/5/2021).

Baca Juga: Ridwan Sempurna Bertemu Khofifah, Bahas Pilpres 2024?

Diketahui, elektabilitas bekas Wali Kota Bandung tersebut terus terpantau naik bersandarkan hasil survei sejumlah lembaga survei, seperti survei yang dilakukan oleh Y-Publica minggu ini dimana elektabilitas Ujung Emil tajam bersama Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo.

Dalam buatan survei tersebut, elektabilitas Membalas Pranowo bahkan melampaui Prabowo Subianto yang selama ini unggul di puncak elektabilitas. Sementara tingkat elektabilitas Prabowo Subianto sendiri sebesar 16, 7 persen yang dibayangi oleh Ridwan Kamil sebesar 15, 9 persen.

Kang Emil meneruskan, dalam bursa Pilpres 2024 saat ini, para tokoh yang berkpirah dan memiliki news value berpotensi menaikan elektoral.

“Siapa yang punya news value? Ya orang-orang yang medium mengambil keputusan saat ini, menteri, gubernur, ” sebutnya.

Baca Pula: Ridwan Kamil Ajak Masyarakat Harley Davidson Peduli Kesedihan

Dia mengaku, sejauh ini, elektabilitasnya yang dirilis lembaga survei lebih banyak dijadikan bahan pertimbangan kinerja. Berbeda dengan bahan lain yang ditopang secara branding dan buzzer, Ujung Emil memastikan, dirinya belum memakai jasa buzzer, termasuk membentuk tim khusus.