INDRAMAYU berantakan Seorang tenaga kerja perempuan (TKW) asal Indramayu, Jawa Barat hilang kontak semasa 16 tahun di Malaysia setelah berangkat ke asing negeri untuk bekerja.

Taniah, TKW asal Blok Gupit, Desa Plawangan, Kecamatan Bonga, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat berangkat ke Malaysia pada 2005 berantakan untuk dengan niat main dan membahagiakan orangtuanya. Tetapi, Taniah justru dilaporkan kering kontak di Malaysia pada Minggu (30/5/2021).

BACA JUGA: TKW Asal Jatim Jadi Korban Penyiksaan di Malaysia, KBRI Bergerak Cepat

Sejak berangkat ke Malaysia, Taniah tidak pernah meluluskan kabar ke pihak puak, bahkan setelah 16 tarikh berlalu. Taniah diduga menjelma korban tindak pidana perdagangan orang atau TPPO sebab diduga diberangkatkan secara ilegal saat usianya baru menginjak 16 tahun, saat perdana lulus sekolah menengan prima (SMP).

Kondisi ini membuat keluarganya di Negara cemas. Di usianya yang senja, ibu dari Taniah bahkan terus sakit-sakitan, selalu memikirkan kondisi Taniah dengan tanpa kabar di Malaysia. Sang ibu bahkan sampai tak bisa tidur sebab cemasnya.

Taat Koordinator Tim Reaksi Lekas Pelindungan Perempuan dan Anak Kabupaten Indramayu, Adi Kejayaan, pada 2013 ada bagian yang berupaya mencari kehadiran Taniah, namun, sampai hari ini belum membuahkan buatan.

BACA JUGA: BP2MI Gerebek Apartemen dalam Kelapa Gading, Amankan Puluhan TKW Ilegal

“Dari 2013 ada yang urus, sampai sekarang biar tetap mandul tidak tersedia untuk pencarian atau kelanjutannya karena tidak ada petunjuk, tidak ada nama majikannya, hanya ada nama empat sponsor. Empat sponsor tersebut yang dikejar sekarang, ” jelasnya.

Peristiwa dugaan TPPO ini rencananya pekan ini akan dilaporkan kepada Badan Pelindungan Praktisi Migran Indonesia (BP2MI), Kemlu RI, dan Komnas PEDOMAN agar dapat ditindaklanjuti.

Keluarga berharap kepada semua pihak untuk membangun mencari tahu keberadaan Taniah. Keluarga ingin Taniah secepatnya kembali ke tanah cairan.

(dka)