KOTA BATU – Ada satu terduga pengelola sekolah berinisial SPI tambahan, yang diduga terlibat dalam pelecehan seksi dan kekerasan fisik dengan dilakukan kepada siswanya.

Dengan adanya bunga satu orang pengelola bermakna terdapat sebanyak 5 orang yang terindikasi mengetahui dan membiarkan tindakan pelecehan seksual yang dilakukan oleh JE, pemilik sekolah SPI.

Ketua Komnas Perlindungan Anak (PA) Tanah air Batu Arist Merdeka Sirait mengatakan, kelima orang pengelola ini dari informasi dengan disampaikan para korban. Saat ini kelimanya disebut masih aktif berada di lingkungan sekolah SPI.

“Di tanggal 3 Juni ada 4 pengelola dengan sesungguhnya mengetahui persoalan ini tetap tidak berbuat, ada tambahan satu pengelola lagi, jadi totalnya lima karakter pengelola kita laporkan ke Polda Jatim. Dua lantaran empat sudah diperiksa, tambahan kemarin 1 (orang pengelola) dari keterangan korban, ” ucap Arist Merdeka Sirait, saat memberikan keterangan ke media di Kota Akik, pada Sabtu (19/6/2021).

Baca Juga: Objek Dugaan Pencabulan di SPI Batu Bertambah Jadi 40 Orang

Disebutkan Arist, kelima pengelola tersebut mengetahui pelecehan seksual dengan dilakukan oleh JE, pemilik sekolah SPI, namun membiarkannya. Bahkan kelimanya terindikasi pula turut melakukan kekerasan fisik kepada para siswa SPI, baik berjenis kelamin pemuda – laki dan perempuan.

“Dia mampu kena dua, karena pelajaran (kekerasan seksual yang dilakukan JE) dan ada yang turut melakukan kekerasan (fisik ke siswa SPI), ” ucap Arist.

Selain itu kelima pengelola ini juga diduga turut melakukan eksploitasi ekonomi kepada para siswa SPI yang kala itu masih berstatuskan anak – anak.

“Pelaku disana dengan melakukan eksploitasi ekonomi, dengan memperkejakan lebih dari tiga jam pada saat saksi korban ini masih berumur anak-anak, ” ujarnya.