JAKARTA – Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Enau, Agus Ridhallah bersaksi di dalam sidang lanjutan kasus kelompok Megamendung dengan terdakwa Habib Rizieq Shihab di Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Senin (19/4/2021).

Dalam kesaksiannya, Agus menyebut kerumunan di Megamendung terjadi diakibatkan adanya kegiatan peletakan batu pertama buat pembangunan Pondok Pesantren Argokultural Markaz Syariat.

Sebab itu, Jaksa Penuntut Ijmal (JPU) menanyakan kepada Agus siapa yang harus bertanggung jawab pada kegiatan itu.

“Kegiatan peletakan batu dan peresmian Markaz Syariat di dalam ponpes milik Habib Rizieq menerbitkan kerumunan siapa yang kudu tanggung jawab? ” tanya JPU di ruang persidangan Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Senin (19/4/2021).

Baca Serupa: Jaksa Hadirkan Camat hingga Kasatpol PP Pemkab Enau dalam Sidang Habib Rizieq

Agus kendati menjawab “Pemilik Pondok Pesantren penanggung jawab kegiatan, ” kata Agus.

Selanjutnya Jaksa kembali bertanya kepada Agus, “Apakah dengan bertanggung jawab itu Kekasih Rizieq, ” tanya JPU.

“Iya Kekasih Rizieq Shihab harus bertanggung jawab, ” ucapnya.

Baca Juga: Pengaruh Hukum Habib Rizieq Sebut Wagub DKI Jakarta Mau Jadi Saksi Kasus Kelompok di Petamburan

Dikatakan Agus, dalam kesibukan tersebut banyak sekali terjadi pelanggaran protokol kesehatan dalam Megamendung. Di antaranya kawula yang tidak menggunakan kedok dan berkerumun.

“Tidak memakai masker, (tidak) jaga jarak, tidak sebati, kemudian juga tidak tersedia cuci tangan, ” ujar Agus saat memberikan keterangan di ruang sidang Mahkamah Negeri Jakarta Timur (PN Jaktim).

Selain itu, menurut Agus, jumlah peserta yang hadir meninggalkan batas yang ditentukan. Bagian panitia acara pun dikenal Agus tidak menandatangani kesiapan mematuhi protokol kesehatan.

“Penyelenggaraan melebih jumlah yang dibatasi 160 karakter. Melebih (waktu) dari 3 jam, ” tuturnya.

(Ari)