JAKARTA – Terbakarnya KM Karya Indah di Selat Pulai Limfatola, Sabtu 29 Mei 2021 menambah jadwal musibah kapal di Indonesia.

Kapal yang mengangkut 275 orang tersebut berangkat pada Jumat (28/5). 274 antara lain telah dievakuasi tim SAR dalam keadaan selamat. Namun satu korban lainnya masih hilang.

Adapun rinciannya; korban berjenis kelin pria sebanyak 128 orang, hawa 97 orang, anak-anak 35 orang, anak buah kapal (ABK) sebanyak 14 karakter. Korban hilang bernama Deki Hidayat, laki-laki umur 43 tahun.

Musibah kapal beberapa kali berlaku di Indonesia. Berikut jadwal kecelakaan kapal di Nusantara sepanjang 2018-2021.

Baca juga: Tragedi Kebakaran Kapal Tampomas II yang Menelan Ratusan Menewaskan

1. KM Sinar Bangun

Kapal Motor (KM) tersebut tenggelam pada Senin, 18 Juni 2018 di Danau Toba, Sumatera Utara. Kecelakaan itu cukup menyedot perhatian, karena terjadi saat masih di suasana lebaran hari awam Idul Fitri.

178 penumpang dinyatakan lelap, 3 penumpang tewas dan 21 lainnya selamat. Tengah itu, jumlah penumpang pastinya tidak dapat dipastikan karena kapal tidak memiliki manifes.

dua. Kapal Fungka Permata V

Fungka Permata V yang adalah satu diantara sarana transportasi laut berbahan dasar kayu masuk di perairan Banggai Bahar, Sulawesi Tengah pada Jumat, 14 September 2018.

Tak hanya masuk, kapal juga dinyatakan terbarak. Menurut hasil investigasi KNKT, air pendingin dari daerah mesin terlihat tidak keluar dari pipa buangan. Kaum saat kemudian terlihat lahir asap tebal dari periode sisi kanan kamar instrumen dan dengan cepat diikuti api.

3. KM Arin Hebat

Pesawat dengan jumlah penumpang 52 orang tersebut karam di Senin, 17 Juni 2019. Kapal tersebut karam pada perairan antara Pulau Sapudi dan Pulau Giliyang, Sumenep, Madura, Jawa Timur. Kelanjutan dari insiden ini, 21 penumpang tewas.

Baca juga: 4 Bala Dikerahkan Cari 14 Korban Hilang Akibat Kapal Kecelakaan di Indramayu

4. Kapal MV Nur Allya

Karam pada 23 Agustus 2019, Nur Allya tenggelam hanya dalam zaman 10 menit di selat Kabutapen Halmahera Selatan, Maluku Utara.

Menurut keterangan KNKT, tidak ada satupun pihak yang menyambut panggulan darurat daru tubuh kapal. 27 penumpangnya masih dinyatakan hilang. Rinciannya adalah 25 awak kapal serta 2 pelayar atau hamba.

Cepatnya proses tenggelam kapal yang mengalami efek permukaan bebas, membuat awak kapal tidak mempunyai waktu untuk melakukan panggilan darurat; apalagi menyelamatkan muncul.

5. KM Selgabadan Kamar Jaya

Penderitaan transportasi pada 22 Mei 2020 ini terjadi dalam perairan Pulau Trangan, Kepualauan Aru, Maluku. Kapal yang mengangkut 19 penumpang ini diduga tertiup angin cepat sebelum akhirnya tenggelam. Karenanya, 6 penumpang tewas, 3 orang sempat dinyatakan hiilang dan 10 orang selamat.