JAKARTA kacau Pemerintah mencatat jumlah pemudik pada Keadaan Raya Idul Fitri 2021 turun drastis dibandingkan tahun-tahun sebelumnya yakni 1 juta orang.

Menanggapi data tersebut, Wakil Ketua Komisi III DPR Ahmad Sahroni menyebut bahwa upaya penyekatan mudik lebaran 2021 dalam Operasi Ketupat Polri bisa dinyatakan berhasil.

Baca Selalu: Satgas Beberkan Kenaikan Kasus Covid-19 Usai Lebaran 2020 dan 2021

Menurut Sahroni, ada berbagai tindakan dalam penyekatan ini yang dilakukan dengan betul efektif dan tanggap oleh kepolisian. Baik itu koordinasi dengan institusi lain, maupun dalam merespons pelanggaran bangsa.

“Pertama, di dalam menjalankan Operasi Ketupat 2021 ini, polisi udah berkoordinasi secara baik dan efektif dengan banyak institusi asing. Mulai dari Dishub, Kemenkes, hingga Jasa Marga untuk mereka yang mudik menggunakan jalur tol. Koordinasinya pun sangat baik, dari berangkat mengedukasi masyarakat supaya nggak mudik, sampai tes Covid-19 di tempat. Ini menunjukkan bahwa polisi benar-benar-benar dalam menjalankan operasi ketupat 2021, ” kata Sahroni kepada wartawan, Sabtu (5/6/2021).

Kemudian, Gajah Umum Partai Nasdem itu juga menyoroti kinerja polisi di lapangan yang sangat humanis, persuasif dan akomodatif dalam menjalankan tugasnya menghalau para pemudik.

“Mereka tidak saklek atau memaksa pemudik untuk putar balik dengan keras atau lengah besi, namun justru secara persuasi, membujuk, dan meluluskan edukasi. Ini juga patut kita apresiasi, ” sambungnya.

Baca Serupa: Pemeriksaan Swab Antigen Pemudik Berakhir, 164 Orang Reaktif Covid-19

Terakhir, Wakil Koordinator Satgas Lawan Covid-19 DPR ini pula melihat bahwa kinerja mencegah mudik ini bukan perintah yang mudah, karena membabitkan angka masyarakat yang tumbuh dan diperlukan kordinasi dengan cekatan dengan banyak institusi negara.

“Banyak masyarakat dan instutusi dengan terlibat, namun dengan menurun drastisnya angka pemudik pada tahun 2021, ini membuktikan bahwa polisi telah berhasil melaksanakan tugasnya dengan elok, ” pungkas Sahroni.

(Ari)