BEKASI kacau Sejumlah orangtua siswa pada SMA Jati 8 Bekasi resah dengan adanya seruan sumbangan dari pihak sekolah dengan kisaran Rp3 juta sampai Rp5 juta. Bagian sekolah juga tak menganjurkan rincian keperluan untuk apa sumbangan tersebut.

Orangtua siswa menduga permintaan sumbangan tersebut merupakan pungutan liar (pungli) dari pihak sekolah. Mereka juga merasakan keberatan dengan sumbangan tersebut lantaran terdampak pandemi Covid-19.

“Saya terkejut adanya sumbangan. Bagian sekolah berdalih sumbangan tersebut untuk kemajuan sekolah, ” kata salah seorang agen dari orangtua siswa, Lina Setiawati, Senin (28/6/2021).

Humas SMAN 8 Bekasi Munawir membantah adanya pungli di sekolahnya itu. Menurut dia, surat sumbangan diberikan kepada orangtua jadi alat ukur sejauh mana kemampuan para siswa dalam memberikan bantuan kepada pihak sekolah.

Tempat menegaskan bahwa pihaknya tak pernah memaksa orangtua memberikan sumbangan tersebut. Menurut dia, sumbangan itu juga telah dibahas dengan para orangtua dan komite sekolah.

“Sumbangan ini tidak dipukul rata dan kudu sesuai dengan kemampuan para orangtua siswa, ” ujarnya.